PILAR-PILAR STABILITAS KEAMANAN NEGARA

๐Ÿ•Œ RINGKASAN TABLIGH AKBAR โ€œPILAR-PILAR STABILITAS KEAMANAN NEGARAโ€16998916_754675854681899_9087498989323584499_n

๐ŸŽ™ Asy-Syaikh Prof. DR. Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al-โ€˜Abbad Al-Badr hafizhahumallah

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู…ู

โœ… Segala puji bagi Allah subhanahu wa taโ€™ala dan shalawat serta salam kepada Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam, keluarga dan sahabat beliau, serta untaian doa dan ucapan terima kasih kepada panitia dan pengurus masjid, seluruh hadirin, terutama yang datang dari jauh, jazaahumullaahu khayron.

Lanjutkan membaca PILAR-PILAR STABILITAS KEAMANAN NEGARA โ†’

Iklan

Hadits Lemah Tentang Anjuran Memperbanyak Dzikir

 

HADITS LEMAH TENTANG ANJURAN MEMPERBANYAK DZIKIR

Oleh

Ustadzย  Abdullah Bin Taslim al-Buthoni, MA

ุฑููˆููŠูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุณูŽุนููŠุฏู ุงู„ู’ุฎูุฏู’ุฑููŠู‘ู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซ ุฃูŽูƒู’ุซูุฑููˆุง ุฐููƒู’ุฑูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู’ุง ู…ูŽุฌู’ู†ููˆู†ูŒ ยป ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู ูˆูŽุงุจู’ู†ู ุญูุจู‘ูŽุงู†ูŒ ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ูŽุง

Diriwayatkan dari Abu Saโ€™รฎd al-Khudri Radhiyallahu anhu bahwa Rasรปlullรขh Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda: โ€œPerbanyaklah berdzikir kepada Allรขh, sehingga mereka (orang-orang munafik) berkata: Dia orang gilaโ€.

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ahm

Lanjutkan membaca Hadits Lemah Tentang Anjuran Memperbanyak Dzikir โ†’

MENEGOR ORANG NGOBROL SAAT KHUTBAH

BAGAIMANA CARA MENEGUR ORANG YANG BERBICARA KETIKA KHATIB SEDANG BERKHUTBAH?

images

Berkata syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah:
ุงู„ูƒู„ุงู… ุญุงู„ ุงู„ุฎุทุจุฉ ูŠูˆู… ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุญุฑุงู…ูŒุŒ ุจู„ ุฅู† ุงู„ู†ุจูŠู‘ูŽ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ุดุจู‘ูŽู‡ู‡ ุจุงู„ุญู…ุงุฑ ูŠุญู…ู„ ุฃุณูุงุฑู‹ุงุŒ ูˆู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุฃู† ู†ุณูƒู‘ูุชูŽู‡ ุจุงู„ู‚ูˆู„ุ› ุฃูŠ: ู„ุง ูŠุฌูˆุฒู ุฃู† ู†ู‚ูˆู„ ู„ู‡: ุฃู†ุตุชุ› ู„ู‚ูˆู„ ุงู„ู†ุจูŠ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… -: ((ุฅุฐุง ู‚ู„ุชูŽ ู„ุตุงุญุจูƒ: ุฃู†ุตุชู’ุŒ ูŠูˆู… ุงู„ุฌู…ุนุฉ ูˆุงู„ุฅู…ุงู… ูŠุฎุทุจุ› ูู‚ุฏ ู„ุบูˆุชูŽ))ุ› ุฃูŠ: ูู‚ุฏ ูุงุชูƒ ุฃุฌุฑู ุงู„ุฌู…ุนุฉุŒ ูˆู„ูƒู† ู„ุง ุญุฑุฌ ุฃู† ุชู†ุจู‡ู… ุจุงู„ุฅุดุงุฑุฉุŒ ุจุฃู† ุชุถุน ุฃุตุจุนูƒ ุนู„ู‰ ุดูุชูŠูƒ ุฅุดุงุฑุฉ ู„ู‡ู…ุ› ู„ุฃู†ูƒ ู„ู… ุชุชูƒู„ู…ุŒ ูˆููŠ ู…ู†ุนู‡ู… ู…ู† ุงู„ูƒู„ุงู… ุญุงู„ ุงู„ุฎุทุจุฉ ููƒู‘ู ุดุฑู‘ู ุนู„ู‰ ุบูŠุฑู‡ู…ุ› ู„ุฃู†ู‡ู… ุฅุฐุง ุตุงุฑูˆุง ูŠุชูƒู„ู…ูˆู† ุฃุซู†ุงุก ุงู„ุฎุทุจุฉ ุดูŽุบู„ูˆุง ุงู„ู†ุงุณ ูˆุดูˆู‘ูŽุดูˆุง ุนู„ูŠู‡ู…ุŒ ูุฅุฐุง ุณูƒุชูˆุง ุจุงู„ุฅุดุงุฑุฉ ุฒุงู„ ู‡ุฐุง ุงู„ู…ุญุธูˆุฑ

โ€œBerbicara saat khutbah jumโ€™at itu diharamkan, bahkan Nabi shallallahuโ€™alaihi wasallam menyamakannya dengan keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Hanya saja tidak boleh bagi kita untuk menegurnya dengan ucapan, misalnya dengan ucapan โ€˜diamโ€™. Berdasarkan sabda Nabi shallallahuโ€™alihi wasallam: “Jika engkau berkata pada temanmu pada hari Jum’at, “Diamlah!”, sewaktu imam berkhutbah, berarti kemu telah berbuat sia-sia.” Artinya: telah terlewat darimu pahala jumโ€™at. Namun tidak mengapa bagimu untuk menegurnya dengan isyarat, misalnya dengan cara meletakkan jari ke mulut anda sebagai tanda supaya mereka diam; dalam hal ini anda tidaklah dikategorikan sebagai orang yang berbicara. Ketika anda melarang mereka untuk berbicara tatkala khutbah, maka itu adalah dalam rangka supaya mereka tidak mengganggu para jamaโ€™ah yang lain. Hal itu dikarenakan apabila mereka mengobrol tatkala khutbah akan berdampak menyibukkan mengganggu orang lain, namun ketika mereka diam saat ditegur dengan isyarat yang seperti ini tidaklah terlarang.โ€ (Fataawaa Nurun โ€˜alaa Ad-Darb: 2/8)

Berkata Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad hafidzahullah:
ูˆุฃู† ุงู„ุฅู†ุณุงู† ู„ูŠุณ ู„ู‡ ุฃู† ูŠุชุดุงุบู„ูŽ ุนู† ุงู„ุฎุทุจุฉ ุจุฃูŠ ุดุงุบู„ุŒ ู‚ุงู„ ุจุนุถ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู…: ุฅุฐุง ูƒุงู† ู‡ู†ุงูƒ ุฃุญุฏูŒ ูŠุชุญุฏุซ ูˆูŠุดูˆู‘ูุด ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุงุณ ูุฅู†ู‡ ูŠุดูŠุฑ ุฅู„ูŠู‡ ุฅุดุงุฑุฉู‹ ุญุชู‰ ูŠุณูƒุชุ› ู„ุฃู† ุงู„ู…ู‚ุตูˆุฏ ู‡ูˆ ุงู„ุงุณุชู…ุงุนู ู„ู„ุฎุทุจุฉุŒ ูˆุฅุฐุง ูˆูุฌุฏ ุฃู†ุงุณ ูŠุชุญุฏุซูˆู† ูˆูŠุดูˆุดูˆู† ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุงุณ ูู„ุง ูŠุญุตู„ ุงู„ุชู…ูƒู‘ูู†ู ู…ู† ุงุณุชู…ุงุน ุงู„ุฎุทุจุฉ ุฅู„ุง ุจุฅุณูƒุงุชู‡ู…ุŒ ูุฅุฐุง ูƒุงู† ู‡ู†ุงูƒ ุฃู…ุฑ ูŠู‚ุชุถูŠ ุฐู„ูƒุ› ูุฅู†ู‡ ูŠุดูŠุฑ ุฅู„ู‰ ุงู„ู…ุชุญุฏู‘ูุซ ุฅุดุงุฑุฉุŒ ูˆุฅุฐุง ู…ุง ุงู†ุฏูุน ุจุงู„ุฅุดุงุฑุฉ ูู„ู‡ ุฃู† ูŠูƒู„ู‘ูู…ูŽู‡ ุจูƒู„ุงู… ู…ุฎุชุตุฑุ› ู„ุฃู† ุงู„ุญูƒู…ุฉูŽ ุงู„ุชูŠ ู…ู† ุฃุฌู„ู‡ุง ู†ูู‡ูŠ ุนู† ู‚ูˆู„: ((ุฃู†ุตุช)) ุฃู† ูŠุณู…ุนูŽ ุงู„ู†ุงุณู ุงู„ุฎูุทุจุฉูŽุŒ ูุฅุฐุง ุชูุฑููƒ ุญุตู„ ุงู„ุชุดูˆูŠุด ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุงุณุ› ุดุฑุญ ุณู†ู† ุฃุจูŠ ุฏุงูˆุฏ (139/20).

โ€œTidak boleh bagi seorangpun untuk menimbulkan gangguan tatkala khutbah. Sebagian ahli ilmi menjelaskan jika ada seseorang yang mengobrol serta menimbulkan gangguan terhadap jamaโ€™ah yang lain, maka diperbolehkan untuk berisyarat dalam rangka membuat mereka diam. Karena tujuan terpenting adalah mendengarkan khutbah. Ketika masih ada orang-orang yang berbicara dan ngobrol, maka khutbah tidak akan bisa terdengar dengan baik kecuali dengan cara membuat mereka diam. Jika memang kondisinya demikian, maka bisa dengan cara berisyarat yang tujuannya teguran terhadap orang yang ngobrol. Jika dengan isyarat tidak bisa, maka diperbolehkan menggunakan ucapan yang ringkas sebagai teguran. (Dikarenakan hal yang mendesak) maka berucap โ€˜diamlahโ€™ yang asalnya terlarang menjadi diperlukan, karena kalau tidak akan terjadi suasana gaduh yang mengganggu jamaโ€™ah lain.โ€ (Syarah Sunan Abi Dawud: 20/139)

Sumber :https://www.facebook.com/majid.aljawi/posts/1346226048768238

Sumber : http://www.alukah.net/sharia/0/49221/#ixzz4YFIxcv3B

 

Repost by. ุงุญู…ุฏ ุณุฌุฏ

TA’ASHUB

cover7CUMA USTADZ DAN KELOMPOKNYA YANG PALING BENAR

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab menyebutkan bahwa karakter Jahiliyyah ini disebutkan dalam ayat,

ูƒูู„ู‘ู ุญูุฒู’ุจู ุจูู…ูŽุง ู„ูŽุฏูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ููŽุฑูุญููˆู†ูŽ

โ€œTiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.โ€ (QS. Ar Rum: 32). Kata beliau, perpecahan seperti ini juga bisa terjadi dalam urusan dunia.

Mereka selalu menganggap golongannyalah yang paling benar.
Padahal Rasul shallallahu โ€˜alaihi wa sallam datang untuk menyatukan umat,

ุดูŽุฑูŽุนูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู ู…ูŽุง ูˆูŽุตู‘ูŽู‰ ุจูู‡ู ู†ููˆุญู‹ุง ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฃูŽูˆู’ุญูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ูˆูŽุตู‘ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจูู‡ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ูˆูŽู…ููˆุณูŽู‰ ูˆูŽุนููŠุณูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู‚ููŠู…ููˆุง ุงู„ุฏู‘ููŠู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุชูŽููŽุฑู‘ูŽู‚ููˆุง ูููŠู‡ู

โ€œDia telah mensyariโ€™atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.โ€ (QS. Asy Syura: 13).

Kita pun dilarang untuk menyerupai umat sebelum kita yang berpecah belah. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽูƒููˆู†ููˆุง ูƒูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุชูŽููŽุฑู‘ูŽู‚ููˆุง ูˆูŽุงุฎู’ุชูŽู„ูŽูููˆุง ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏู ู…ูŽุง ุฌูŽุงุกูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ุจูŽูŠู‘ูู†ูŽุงุชู

โ€œDan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka.โ€ (QS. Ali Imran: 105).

Kita pun dilarang berpecah belah,

ูˆูŽุงุนู’ุชูŽุตูู…ููˆุง ุจูุญูŽุจู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฌูŽู…ููŠุนู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽููŽุฑู‘ูŽู‚ููˆุง

โ€œDan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai beraiโ€ (QS. Ali Imran: 103)

Guru kami, Syaikh Sholeh Al Fauzan berkata, โ€œPerbedaan memang sudah jadi tabiat. Namun Allah sudah menunjuki dalam Al Qurโ€™an dan As Sunnah bahwa jika terjadi perselisihan dan tidak diketahui manakah yang benar di antara yang ada, maka dikembalikan kepada kedua sumber rujukan tersebut. Jika didapati dalam dua sumber tersebut, itulah yang benar, maka itulah yang diikuti. Jika tidak benar, maka tentu ditinggalkan. Karena tujuan kita adalah mengikuti kebenaran, bukan sekedar mengikuti logika, tradisi atau guru. Sifat seorang muslim bukanlah demikian, namun kebenaran yang selalu ia cari. Di mana saja ia dapati kebenaran tersebut, itulah yang ia ambil.โ€ (Syarh Masail Al Jahiliyyah, hal. 26).

Tulisan selengkapnya harus dibaca:

https://rumaysho.com/7945-senang-berpecah-belah.html

Mari bersatu dalam kebaikan. Namun jangan berbangga dengan kelompoknya sendiri. Juga jangan menganggap kebenaran hanya dari tempat pengajiannya dan ustadznya. Ingat standar baik adalah Al-Quran dan As-Sunnah, bukan ustadz dan kelompok.

Wallahu waliyyut taufiq.

โœ๏ธ Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber : Klik ini

MEMBUKA HIJAB DI DEPAN SESAMA MUSLIMAH

Membuk Hijab di Hadapan Sesama Wanita Muslimah

Bagaimana aurat wanita dengan sesama wanita?

Bagaimana jika ada seorang wanita muslimah menampakkan rambutnya atau membuka jilbabnya di hadapan sesama wanita muslimah?

Kita bisa ambil pelajaran dari ayat berikut ini, Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุจู’ุฏููŠู†ูŽ ุฒููŠู†ูŽุชูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู„ู’ูŠูŽุถู’ุฑูุจู’ู†ูŽ ุจูุฎูู…ูุฑูู‡ูู†ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฌููŠููˆุจูู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุจู’ุฏููŠู†ูŽ ุฒููŠู†ูŽุชูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ูุจูุนููˆู„ูŽุชูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽูˆู’ ุขูŽุจูŽุงุฆูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽูˆู’ ุขูŽุจูŽุงุกู ุจูุนููˆู„ูŽุชูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุจู’ู†ูŽุงุฆูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุจู’ู†ูŽุงุกู ุจูุนููˆู„ูŽุชูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽูˆู’ ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽูˆู’ ุจูŽู†ููŠ ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽูˆู’ ุจูŽู†ููŠ ุฃูŽุฎูŽูˆูŽุงุชูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽูˆู’ ู†ูุณูŽุงุฆูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽูˆู’ ู…ูŽุง ู…ูŽู„ูŽูƒูŽุชู’ ุฃูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽูˆู ุงู„ุชู‘ูŽุงุจูุนููŠู†ูŽ ุบูŽูŠู’ุฑู ุฃููˆู„ููŠ ุงู„ู’ุฅูุฑู’ุจูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูุฌูŽุงู„ู ุฃูŽูˆู ุงู„ุทู‘ููู’ู„ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุธู’ู‡ูŽุฑููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽูˆู’ุฑูŽุงุชู ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู

โ€œDan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.โ€ (QS. An-Nur: 31).

Pada kalimat โ€œุฃูŽูˆู’ ู†ูุณูŽุงุฆูู‡ูู†ู‘ูŽโ€ yang dimaksudkan di sini adalah boleh menampakkan perhiasan wanita di hadapan wanita muslimah, bukan di hadapan wanita kafir (ahlu dzimmah).

Mujahid rahimahullah mengatakan bahwa โ€œnisaihinnaโ€ dalam ayat yang dimaksud adalah wanita muslimah, bukan wanita kafir.

Mujahid mengatakan janganlah sampai wanita muslimah khimarnya di hadapan wanita musyrik. Karena dalam ayat hanya disebut nisaihinna โ€˜wanita merekaโ€™ artinya wanita musyrik bukanlah bagian dari wanita beriman. (Lihat Tafsir Al-Qurโ€™an Al-โ€˜Azhim, 5: 529)

Dalam Ensiklopedia Fikih disebutkan,
para fuqaha menyatakan bahwa aurat wanita di hadapan sesama wanita muslimah adalah seperti aurat lelaki di hadapan sesama lelaki, yaitu auratnya antara pusar dan lutut.

Oleh karenanya, boleh memandang seluruh tubuhnya selain bagian yang dikecualikan tadi. Hal ini berlaku karena mereka itu sesama jenis dan tidak adanya syahwat (nafsu) secara umum. Namun jika memang dikhawatirkan timbul syahwat dan godaan yang besar, baiknya tidak ditampakkan. (Al-Mawsuโ€™ah Al-Fiqhiyyah, 31: 47-48)

Kesimpulannya, boleh membuka hijab hingga menampakkan rambut di hadapan sesama wanita muslimah. Hal itu dibolehkan dengan catatan tidak membangkitkan nafsu birahi.

Semoga bermanfaat.
Referensi:

โ€ข Al-Mawsuโ€™ah Al-Fiqhiyyah. Penerbit Kementrian Awqaf dan Urusan Islamiyah Kuwait.

โ€ข Tafsir Al-Qurโ€™an Al-โ€˜Azhim. Cetakan pertama tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Tahqiq: Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.

โ€”

Disusun di pagi hari penuh berkah @ DS, Panggang, Gunungkidul, 14 Safar 1438 H

Oleh:
Al-Ustรขdz Abu Rumaysho, Muhammad Abduh Tuasikal bin Usman Tuasikal

rumaysho.com | Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat

[Sumber : https://rumaysho.com/14799-membuka-hijab-di-hadapan-sesama-wanita-muslimah.html ]

Repost by admin

Menggapai Izzah dengan Al-Qurโ€™an dan As-Sunnah di atas Pemahaman Shalafush Sholih

%d blogger menyukai ini: