Arsip Kategori: Manhaj

PILAR-PILAR STABILITAS KEAMANAN NEGARA

๐Ÿ•Œ RINGKASAN TABLIGH AKBAR โ€œPILAR-PILAR STABILITAS KEAMANAN NEGARAโ€16998916_754675854681899_9087498989323584499_n

๐ŸŽ™ Asy-Syaikh Prof. DR. Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al-โ€˜Abbad Al-Badr hafizhahumallah

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู…ู

โœ… Segala puji bagi Allah subhanahu wa taโ€™ala dan shalawat serta salam kepada Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam, keluarga dan sahabat beliau, serta untaian doa dan ucapan terima kasih kepada panitia dan pengurus masjid, seluruh hadirin, terutama yang datang dari jauh, jazaahumullaahu khayron.

Lanjutkan membaca PILAR-PILAR STABILITAS KEAMANAN NEGARA โ†’

TA’ASHUB

cover7CUMA USTADZ DAN KELOMPOKNYA YANG PALING BENAR

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab menyebutkan bahwa karakter Jahiliyyah ini disebutkan dalam ayat,

ูƒูู„ู‘ู ุญูุฒู’ุจู ุจูู…ูŽุง ู„ูŽุฏูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ููŽุฑูุญููˆู†ูŽ

โ€œTiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.โ€ (QS. Ar Rum: 32). Kata beliau, perpecahan seperti ini juga bisa terjadi dalam urusan dunia.

Mereka selalu menganggap golongannyalah yang paling benar.
Padahal Rasul shallallahu โ€˜alaihi wa sallam datang untuk menyatukan umat,

ุดูŽุฑูŽุนูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู ู…ูŽุง ูˆูŽุตู‘ูŽู‰ ุจูู‡ู ู†ููˆุญู‹ุง ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฃูŽูˆู’ุญูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ูˆูŽุตู‘ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจูู‡ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ูˆูŽู…ููˆุณูŽู‰ ูˆูŽุนููŠุณูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู‚ููŠู…ููˆุง ุงู„ุฏู‘ููŠู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุชูŽููŽุฑู‘ูŽู‚ููˆุง ูููŠู‡ู

โ€œDia telah mensyariโ€™atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.โ€ (QS. Asy Syura: 13).

Kita pun dilarang untuk menyerupai umat sebelum kita yang berpecah belah. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽูƒููˆู†ููˆุง ูƒูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุชูŽููŽุฑู‘ูŽู‚ููˆุง ูˆูŽุงุฎู’ุชูŽู„ูŽูููˆุง ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏู ู…ูŽุง ุฌูŽุงุกูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ุจูŽูŠู‘ูู†ูŽุงุชู

โ€œDan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka.โ€ (QS. Ali Imran: 105).

Kita pun dilarang berpecah belah,

ูˆูŽุงุนู’ุชูŽุตูู…ููˆุง ุจูุญูŽุจู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฌูŽู…ููŠุนู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽููŽุฑู‘ูŽู‚ููˆุง

โ€œDan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai beraiโ€ (QS. Ali Imran: 103)

Guru kami, Syaikh Sholeh Al Fauzan berkata, โ€œPerbedaan memang sudah jadi tabiat. Namun Allah sudah menunjuki dalam Al Qurโ€™an dan As Sunnah bahwa jika terjadi perselisihan dan tidak diketahui manakah yang benar di antara yang ada, maka dikembalikan kepada kedua sumber rujukan tersebut. Jika didapati dalam dua sumber tersebut, itulah yang benar, maka itulah yang diikuti. Jika tidak benar, maka tentu ditinggalkan. Karena tujuan kita adalah mengikuti kebenaran, bukan sekedar mengikuti logika, tradisi atau guru. Sifat seorang muslim bukanlah demikian, namun kebenaran yang selalu ia cari. Di mana saja ia dapati kebenaran tersebut, itulah yang ia ambil.โ€ (Syarh Masail Al Jahiliyyah, hal. 26).

Tulisan selengkapnya harus dibaca:

https://rumaysho.com/7945-senang-berpecah-belah.html

Mari bersatu dalam kebaikan. Namun jangan berbangga dengan kelompoknya sendiri. Juga jangan menganggap kebenaran hanya dari tempat pengajiannya dan ustadznya. Ingat standar baik adalah Al-Quran dan As-Sunnah, bukan ustadz dan kelompok.

Wallahu waliyyut taufiq.

โœ๏ธ Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber : Klik ini

Seperti Mengubur Kucing

Pernah denger celetukan model gitu ???

Bagi mereka (pelaku tahlilan) : Adalah merupakan celaan yang besar jika seseorang meninggal lalu tidak diadakan ritual tahlilan. Sampai – sampai ada yang berkata :

“Kamu kok tidak mentahlilkan saudaramu yang meninggal ?? Seperti nanem (ngubur) bangkai kucing aja !!!”

Lanjutkan membaca Seperti Mengubur Kucing โ†’

Istri dan Anak Bisa Jadi Musuh

colorado-columbine1ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฅูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽูˆู’ู„ุงุฏููƒูู…ู’ ุนูŽุฏููˆู‘ู‹ุง ู„ูŽูƒูู…ู’ ููŽุงุญู’ุฐูŽุฑููˆู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูŽุนู’ูููˆุง ูˆูŽุชูŽุตู’ููŽุญููˆุง ูˆูŽุชูŽุบู’ููุฑููˆุง ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุบูŽูููˆุฑูŒ ุฑูŽุญููŠู…ูŒ
ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽูˆู’ู„ุงุฏููƒูู…ู’ ููุชู’ู†ูŽุฉูŒ ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ุฃูŽุฌู’ุฑูŒ ุนูŽุธููŠู…ูŒ
ููŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนู’ุชูู…ู’ ูˆูŽุงุณู’ู…ูŽุนููˆุง ูˆูŽุฃูŽุทููŠุนููˆุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ููู‚ููˆุง ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู„ุฃู†ู’ููุณููƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠููˆู‚ูŽ ุดูุญู‘ูŽ ู†ูŽูู’ุณูู‡ู ููŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุญููˆู†ูŽ

ุณูˆุฑุฉ ุงู„ุชุบุงุจู† ( ูกูค – ูกูฆ)

Terjemah Surat At Taghaabun Ayat 14-16

  1. [8] [9]Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu,[10] maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka [11]dan jika kamu memaafkan dan kamu santuni serta mengampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang[12].
  2. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu)[13], dan di sisi Allah pahala yang besar[14].
  3. Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu[15] dan dengarlah[16] serta taatlah[17]; dan infakkanlah[18] harta yang baik untuk dirimu. Dan barang siapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung[19].

Penjelasan

[8] Tirmidzi berkata: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf, telah menceritakan kepada kami Israil, telah menceritakan kepada kami Simak bin Harb dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, bahwa ia ditanya oleh seseorang tentang ayat ini, โ€œWahai orang-orang yang beriman! sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka.โ€ Ia berkata, โ€œMereka ini adalah laki-laki yang masuk Islam dari penduduk Mekah. Mereka ingin mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi istri dan anak-anak mereka menolak ditinggalkan oleh mereka karena hendak datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika mereka telah datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka melihat orang-orang telah paham agama, maka mereka hendak menghukum (keluarga) mereka, maka Allah menurunkan ayat, โ€œWahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap merekaโ€ฆdst.โ€ (Tirmidzi mengatakan bahwa hadits tersebut hasan shahih. Syaikh Muqbil, โ€œHadits tersebut juga diriwayatkan oleh Ibnu Jarir juz 28 hal. 124, Hakim juz 2 hal. 490, ia berkata, โ€œShahih isnadnya, namun keduanya (Bukhari dan Muslim) tidak meriwayatkan.โ€ Adz Dzahabi mendiamkan pernyataan Hakim, dan diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim sebagaimana dalam Tafsir Ibnu Katsir juz 4 hal. 376. Hadits ini berpusat pada Simak dari Ikrimah, sedangkan riwayat Simak dari Ikrimah adalah mudhtharib (guncang), sehingga hadits tersebut dhaโ€™if.โ€)

[9] Ayat ini merupakan peringatan dari Allah kepada kaum mukmin agar tidak terlalaikan oleh istri dan anak, karena sebagiannya ada yang menjadi musuh bagi mereka, yakni yang menghalangi mereka dari kebaikan. Oleh karena itu, sikap yang harus mereka lakukan adalah berwaspada, tetap melakukan perintah Allah, mengutamakan keridhaan-Nya karena di sisi-Nya ada pahala yang besar dan mengutamakan akhirat daripada dunia yang fana.

[10] Maksudnya, terkadang istri atau anak dapat menjerumuskan suami atau ayahnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak dibenarkan agama atau menghalanginya dari mengerjakan kebaikan seperti berjihad dan berhijrah.

[11] Oleh karena larangan menaati istri dan anak jika di sana terdapat bahaya terhadap seorang hamba memberikan kesan agar bersikap keras kepada mereka, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala menghilangkan kesan ini dan memerintahkan mereka untuk memaafkan, tidak memarahi dan mengampuni mereka. Hal itu, karena sikap tersebut (memberi maaf) terdapat banyak maslahat.

[12] Hal itu, karena balasan disesuaikan dengan jenis amalan. Barang siapa yang memaafkan, maka Allah akan memaafkannya, barang siapa yang mengampuni maka Allah akan mengampuninya, dan barang siapa yang bermuโ€™amalah dengan Allah dengan amal yang dicintai-Nya, maka Allah akan mencintainya, demikian pula barang siapa yang bermuโ€™amalah dengan manusia dengan amal yang dicintai mereka niscaya manusia mencintainya.

[13] Yang melalaikan kamu dari akhirat.

[14] Oleh karena itu, janganlah kamu luputkan pahalamu karena disibukkan oleh harta dan anak.

[15] Allah Subhaanahu wa Ta’aala memerintahkan untuk bertakwa kepada-Nya sesuai dengan kemampuan. Ayat ini menunjukkan bahwa setiap kewajiban yang seorang hamba tidak dapat melakukannya, maka kewajiban itu gugur darinya, dan bahwa jika seseorang mampu melakukan sebagian perintah dan tidak bisa melakukan sebagian lagi, maka yang bisa ia lakukan dilakukannya dan yang tidak bisa maka gugur darinya sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, โ€œApabila aku memerintahkan suatu perintah, maka lakukanlah sesuai kesanggupanmu.โ€

[16] Yakni dengarlah nasihat Allah kepadamu serta hukum-hukum syang disyariatkan-Nya. Ketahuilah hal itu dan ikutlah.

[17] Kepada Allah dan Rasul-Nya dalam semua urusanmu.

[18] Baik infak yang wajib maupun yang sunat, tentu hal itu lebih baik bagimu di dunia dan akhirat, karena kebaikan terletak dalam mengikuti perintah Allah, menerima nasihatnya dan tunduk kepada syariat-Nya, sedangkan keburukan terletak pada selain itu. Namun di sana ada penyakit yang menghalangi kebanyakan manusia dari berinfak, yaitu sifat kikir yang manusia diciptakan di atasnya, maka dalam lanjutan ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta’aala menerangkan, bahwa barang siapa yang dijaga dari kekirikan dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

[19] Mereka akan mendapatkan apa yang mereka inginkan dan selamat dari hal yang tidak mereka inginkan.

– See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-at-taghaabun-ayat-11-18.html#sthash.AA7XAKeS.dpuf

Posting byย  ( Ahmad Sujud on fb ) ( Ahmad Sujud on twitter )

Emilia Renita Siap Tuntaskan Misi Syiah Selama 5 Tahun Era Jokowi

Untitled1Emilia Renita AZ, istri dedengkot Syiah Indonesia, Jalaluddin Rakhmat, menyerukan kalangan Syiah menuntaskan misi mereka selama era pemerintahan Jokowi.
Emilia menyebutkan bahwa organisasinya yang bernama OASE (Organization of Ahlulbait For Social support and Education) akan menuntaskan misi Syiah-nya selama 5 tahun era pemerintahan Jokowi-JK dan Ahok di Jakarta.

โ€œTahun ini lagi khusus semua tim OASE niiihโ€ฆ supaya ghirahnya (semangatnya) sama dan bisa nyetel gas yang sama pula. Kami punya misi yang harus tuntas 5 thn ini mumpung Tuhan lagi unjuk gigiโ€ฆ sambil kesana juga kerja koq..,โ€ tulisnya di laman Facebook, 23 November 2014.

Ia menjelaskan bahwa pernyataan tuhan sedang unjuk gigi adalah kemenangan-kemenangan politik kalangan Syiah dan kalangan sekuler yang melindungi Syiah.

โ€œTuhan unjuk gigi itu, karena banyaknya yang ga mungkin, ternyata mungkin. Misalnya Ust Jalal menang telak di dapilnya wahabi. Jkw menang telak menghadapi kapitalis, Ahok tetap jadi gubernur padahal halangannya menggunung. Orang-orang Syiah juga lagi pada naik daun dimana-mana. Aksesku juga lagi top-topnya nasional maupun internasional. Jadi keliatan banget kita harus kerja keras, karena Tuhan bukakan pintu selebar-lebarnyaโ€ฆ Alhamdulillah Syukran laka Yaa Rabb..,โ€ pungkasnya.

Sumber Emilia Renita Siap Tuntaskan Misi Syiah Selama 5 Tahun Era Jokowi

Baca juga Ini Kejanggalan-kejanggalan Imigran Syiah di Balikpapan

Repost by Admin