Arsip Kategori: Kisah

Kebangkitan Paham Abu Lahab

 Kebangkitan Paham Abu Lahab dkk (Menguak Fenomena Penistaan Agama)

Muqaddimah

Sejak detik-detik babak baru negeri kita Indonesia beberapa waktu lalu, para anak manusia yang memiliki penyakit dalam hatinya merasa mendapatkan angin segar dan semakin berani menampakkan taringnya untuk menebar syubhat (kerancuan) dalam agama dan melakukan penistaan dan penghinaan kepada Islam dan simbol-simbolnya.

Haluan dan gelombang api huru-hara ini harus disadari oleh semua pihak, terkhusus bagi para ulama dan ustadz negeri ini agar semakin tegak dan semangat dalam menangkis dan menguaknya sebagai pembelaan kepada agama yang suci, karena ini adalah termasuk tanggung jawab berat di pundak mereka.

Maraknya fenomena penistaan agama dan gencarnya serangan terhadap Islam dengan penuh kelancangan dan keberanian adalah sinyal kebangkitan paham Abu Lahab dkk. yang telah berani mencela Allah, rasul-Nya, kitab-Nya, dan agama-Nya.

Namun, kita harus selalu optimis bahwa di balik semua ini pasti ada hikmah yang mendalam dan kita harus yakin bahwa kebenaran pasti menang. Bukankah Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

عَسَى أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرُلَّكُمْ

“Bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal itu baik bagi kalian.” (QS al-Baqarah [2]: 216)1

Lanjutkan membaca Kebangkitan Paham Abu Lahab

Iklan

Inilah King Suleiman yang Sesungguhnya

aking-suleiman01
JAKARTA (gemaislam) – Film King Suleiman yang ditayangkan ANTV menuai protes keras dari kaum muslimin. Pasalnya, film tersebut tidak menceritakan kejadian yang sesungguhnya. Dalam film tersebut, King Suleiman atau Sulaiman Al Qanuni digambarkan dengan sifat-sifat yang buruk.

Ustadz Abu Zubair Al Hawary, menukil dari karya pakar sejarah Islam Prof DR Raghib As Sirjani menceritakan siapa King Suleiman yang sesungguhnya. Demikian kisahnya.

Mengenal Sulaiman Al Qonuni

Pernahkah anda mendengar tentang perang Mohacs? Sesungguhnya itu bukanlah perang..tapi pembantaian. Peristiwa ini terjadi pada 21/11/932 hijriyah.

Ringkas cerita, utusan khalifah utsmani Sulaiman al-Qonuni berangkat untuk mengambil jizyah dari raja Hongaria dan pemimpin Eropa ketika itu luis II.
Maka atas saran paus di Vatikan raja hongaria membunuh utusan Sulaiman al-Qonuni. Mendengar berita itu bersiap-siaplah Sulaiman al-Qonuni untuk menyerang Eropa. Begitu juga gerejab dan eropa menyiapkan pasukannya.

Sulaiman al-Qonuni menyiapkan pasukan yang terdiri dari 100000 prajurit, 350 meriam dan 800 kapal perang. Sedangkan kekuatan eropa 200000 pasukan berkuda. 35 ribu diantaranya bersenjata lengkap dengan baju besi.

Sulaiman dan pasukannya menempuh jarak 1000 KM dan berhasil merebut benteng-benteng sepanjang perjalanannya guna mengamankan jalan ketika menarik pasukannya mundur jika terjadi kekalahan. Beliau dan pasukannya melewati sungai….yang terkenal dan menunggu di lembah Mohacs selatan Hongaria dan timur Rumania menanti pasukan Eropa yg terdiri dari Hongaria, Rumania, Kroasia, Buhemia, Kekaisaran Romawi, negara kepausan dan Polandia. Masalah yang dihadapi Sulaiman adalah banyaknya pasukan berkuda Romawi dan Hongaria yg tertutup penuh oleh baju besi yang sulit ditembus panah atau peluru.

Lalu apa yang ia lakukan?

Setelah selesai sholat subuh ia berdiri dihadapan pasukannya yang menatap pasukan Eropa yang banyak yang tidak terlihat ujungnya. Kemudian ia berkata disertai tangisan (sesungguhnya Ruh Nabi Muhammad melihat kalian dengan kerinduan dan cinta) maka menangislah semua pasukan kaum muslimin.

Kemudian…
Kedua pasukan saling berhadapan…

Taktik perang Sulaiman adalah sebagai berikut :

Ia membagi pasukannya menjadi tiga barisan sepanjang 10 km. Dan pasukan Inkisyaariah di garis depan, mereka ini adalah prajurit pilihan. Kemudian di barisan kedua pasukan berkuda dengan senjata ringan dan pasukan pejalan kaki (infanteri) diantara mereka adalah relawan.Adapun barisan ketiga adalah beliau dan pasukan meriam.

Pasukan Eropa menyerang setelah sholat ashar. Maka Sulaiman memerintahkan pasukan Inkisyaariyah bertahan selama satu jam saja. Kemudian ia memerintahkan mereka lari…Dan ia perintahkan pasukan lapis kedua untuk membuka jalan pelarian ke kiri dan ke kanan bukan ke belakang.

Sesuai arahan sulaiman para pahlawan pasukan Inkisyaariah bertahan dengan gagah berani. Dan berhasil menghancurkan kekuatan eropa dengan sempurna pada dua penyerangan bertubi-tubi yang dipancarkan eropa. Dalam satu serangan saja habis 20 ribu pasukan eropa.

Kemudian kekuatan inti pasukan eropa serempak menyerang…tibalah saat melarikan diri dan dibukalah jalan untuk lari..maka mundurlah pasukan Inkisyaariah ke sisi kiri dan kanan diikuti pasukan infantri, sehingga jantung pasukan Utsmani benar-benar terbuka..maka masuklah 100 ribu pasukan eropa sekaligus menuju (jebakan) jantung pasukan kaum muslimin. Dan inilah awal pembantaian itu…

Mereka langsung berhadapan dengan meriam-meriam pasukan Utsmaniyah tanpa mereka sadari.

Meriam-meriam itu langsung menyalak menyambut 100 ribu pasukan eropa yang tidak sadar telah masuk jebakan.

Tidak sampai satu jam musnahlah pasukan eropa semua dihantam meriam dari segala arah..menjadi kenangan hitam orang2 kafir sampai saat ini.

Sisa-sisa pasukan eropa di garis belakang berusaha lari menyeberangi sungai..apa daya karena ketakutan dan berdesak-desakan ribuan prajurit tenggelam di sungai.

Akhirnya pasukan eropa hendak menyerah. Dan keputusan Khalifah Sulaiman al Qonuni yang tidak pernah dilupakan Eropa sampai sekarang dan mereka mengingatnya dengan penuh dendam. Sulaiman memutuskan : Tidak ada tawanan!
Maka pasukan Utsmaniyyun menyerahkan kembali senjata kepada pasukan eropa yang ditawan agar mereka berperang lagi atau dibunuh!.

Akhirnya mereka kembali berperang dengan putus asa.

Berakhirlah perang dengan tewasnya raja Hongaria Louis II beserta para uskup yang tujuh orang mewakili nasrani dan utusan paus dan 70 ribu pasukan. Disamping itu 25 ribu ditawan dalam keadaan terluka.

Pasukan Utsmaniyyah melakukan parade militer di ibukota Hongaria. Setelah dua hari mengurus urusan kenegaraan di sana Khalifah Sulaiman kembali pulang ke Turki.

Pasukan Utsmaniyyah yang gugur dalam perang itu hanya 150 orang saja dan tiga ribu terluka. Selebihnya pasukan masih sempurna tanpa kurang suatu apapun walhamdulillah.

Red: Budi Marta Saudin

Sumber : http://nasional.gemaislam.com/inilah-king-suleiman-yang-sesungguhnya/

Burung Beo Sang Ustadz

Jenis-Burung-Beo-Nias1
Beo yang terlatih untuk berdzikir seperti: “Assalamu’alaikum, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar” “Burung itu hanya bersuara KKKKAAKK, KKKKHHEEK, KKKKAAKK, KKKKHHEEK,,, padahal sudah terlatih berdzikir sedemikian rupa, namun saat merasakan PERIHNYA sakaratul maut menjemput, hanya perih yang terasa. Lalu aku teringat diriku, yang setiap hari terbiasa berdzikir, JANGAN-JANGAN NASIBKU SAMA SEPERTI BURUNG ITU, TAK KUAT MENAHAN SAKARAT LALU BUKAN DZIKIR YANG KUUCAPKAN. Padahal burung itu tidak diganggu setan saat sakaratul maut, sedangkan manusia diganggu setan saat sakaratul maut. Tidak ada yang tahu bagaimana keadaan kita mati, khusnul khotimah ataukah su’ul khotimah?”

Alkisah di sebuah pesantren, Seorang Ustadz memiliki burung sejenis Beo yang terlatih untuk berdzikir seperti:
“Assalamu’alaikum, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar”, dan lainnya.
Suatu hari, pintu kurungan terbuka & burung itu terbang bebas. Sontak para santri mengejar burung milik guru mereka, sementara si burung terbang tidak terkontrol dan tertabrak kendaraan yang melintas dengan kencang hingga terkapar sekarat lalu meninggal.
Sang Ustadz terlihat berbeda usai burungnya mati,
nampak sekali sedih hingga seminggu lamanya. Para santri yang melihatnya pun mengira Ustadz nya bersedih karena burungnya mati, mereka berkata:
“Ustadz, jika hanya burung yang membuat ustadz sedih, kami sanggup menggantinya dengan yang bisa berdzikir juga. Tak perlu ustadz bermurung hingga sedemikian lamanya!”
Sang Ustadz menjawab:
“Aku bukan bersedih karena burung itu.”
Para Santri: “Lantas kenapa ustadz?”
Sang Ustadz: “Kalian melihat bagaimana burung itu sekarat setelah tertabrak?”
Para Santri: “Ya, kami melihatnya.”
Sang Ustadz: “Burung itu hanya bersuara KKKKAAKK, KKKKHHEEK, KKKKAAKK, KKKKHHEEK,,, padahal sudah terlatih berdzikir sedemikian rupa, namun saat merasakan PERIHNYA sakaratul maut menjemput, hanya perih yang terasa. Lalu aku teringat diriku, yang setiap hari terbiasa berdzikir, JANGAN-JANGAN NASIBKU SAMA SEPERTI BURUNG ITU, TAK KUAT MENAHAN SAKARAT LALU BUKAN DZIKIR YANG KUUCAPKAN. Padahal burung itu tidak diganggu setan saat sakaratul maut, sedangkan manusia diganggu setan saat sakaratul maut. Tidak ada yang tahu bagaimana keadaan kita mati, khusnul khotimah ataukah su’ul khotimah?”
Para Santri pun terdiam dan membenarkan Sang Ustadz, dan mereka pun ikut murung memikirkan hal yang serupa dengan Ustadz-nya.
Lalu bagaimana keadaan kita saat menjemput sakaratul maut nanti ?
SUBHANALLOH….
Sabda Nabi SAW, “Ilmu itu milik Alloh, barangsiapa menyebarkan ilmu demi kebaikkan Insya Alloh, Alloh akan menggandakan”
Aamiin

Sumber :Burung Beo Sang Ustadz

Repost by : Admin

Semoga bermanfaat

Menggapai Izzah dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah di atas Pemahaman Shalafush Sholih

%d blogger menyukai ini: