Arsip Kategori: Hikmah

Limpahan nikmat bagi orang yang bersyukur

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

وَقَالَ مُوسَى إِنْ تَكْفُرُوا أَنْتُمْ وَمَنْ فِي الأرْضِ جَمِيعًا فَإِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ حَمِيدٌ

( QS. Ibrahim : 7 ~ 8 )

297536_352288044848545_1657695198_n

7. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan[24], “Sesungguhnya jika kamu bersyukur[25], niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku)[26], maka pasti azab-Ku sangat berat[27].”

8. Dan Musa berkata, “Jika kamu dan orang yang ada di bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah)[28], maka sesungguhnya Allah Maha Kaya[29] lagi Maha Terpuji[30].”

Tafsir :

[24] Mendorong mereka untuk bersyukur.

[25] Terhadap nikmat-Ku dengan bertauhid dan taat. Syaikh As Sa’diy menerangkan tentang pengertian syukur, yaitu mengakui dengan hati nikmat Allah, memuji Allah terhadapnya, dan mengarahkan nikmat tersebut untuk mencari ridha Allah Ta’ala, sedangkan kufur adalah kebalikan dari itu.

[26] Dengan tetap kafir, syirk dan berbuat maksiat.

[27] Termasuk di antaranya adalah dengan mencabut nikmat yang diberikan-Nya.

[28] Maka kamu tidak dapat merugikan Allah sedikit pun juga.

[29] Allah tidak memerlukan syukur hamba-hamba-Nya, ketaatan yang mereka lakukan tidaklah menambah kerajaan-Nya, dan maksiat mereka pun tidak mengurangi kerajaan-Nya.

[30] Baik dzat-Nya, nama-Nya, sifat-Nya maupun perbuatan-Nya. Sifat yang dimiliki-Nya adalah sifat yang terpuji lagi sempurna. Semua nama-Nya indah, dan semua perbuatan-Nya baik.

– See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/03/tafsir-ibrahim.html#sthash.Du5YvWZ1.dpuf

Semoga bermanfa’at

Istri dan Anak Bisa Jadi Musuh

colorado-columbine1يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لأنْفُسِكُمْ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

سورة التغابن ( ١٤ – ١٦)

Terjemah Surat At Taghaabun Ayat 14-16

  1. [8] [9]Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu,[10] maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka [11]dan jika kamu memaafkan dan kamu santuni serta mengampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang[12].
  2. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu)[13], dan di sisi Allah pahala yang besar[14].
  3. Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu[15] dan dengarlah[16] serta taatlah[17]; dan infakkanlah[18] harta yang baik untuk dirimu. Dan barang siapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung[19].

Penjelasan

[8] Tirmidzi berkata: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf, telah menceritakan kepada kami Israil, telah menceritakan kepada kami Simak bin Harb dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, bahwa ia ditanya oleh seseorang tentang ayat ini, “Wahai orang-orang yang beriman! sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka.” Ia berkata, “Mereka ini adalah laki-laki yang masuk Islam dari penduduk Mekah. Mereka ingin mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi istri dan anak-anak mereka menolak ditinggalkan oleh mereka karena hendak datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika mereka telah datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka melihat orang-orang telah paham agama, maka mereka hendak menghukum (keluarga) mereka, maka Allah menurunkan ayat, “Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka…dst.” (Tirmidzi mengatakan bahwa hadits tersebut hasan shahih. Syaikh Muqbil, “Hadits tersebut juga diriwayatkan oleh Ibnu Jarir juz 28 hal. 124, Hakim juz 2 hal. 490, ia berkata, “Shahih isnadnya, namun keduanya (Bukhari dan Muslim) tidak meriwayatkan.” Adz Dzahabi mendiamkan pernyataan Hakim, dan diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim sebagaimana dalam Tafsir Ibnu Katsir juz 4 hal. 376. Hadits ini berpusat pada Simak dari Ikrimah, sedangkan riwayat Simak dari Ikrimah adalah mudhtharib (guncang), sehingga hadits tersebut dha’if.”)

[9] Ayat ini merupakan peringatan dari Allah kepada kaum mukmin agar tidak terlalaikan oleh istri dan anak, karena sebagiannya ada yang menjadi musuh bagi mereka, yakni yang menghalangi mereka dari kebaikan. Oleh karena itu, sikap yang harus mereka lakukan adalah berwaspada, tetap melakukan perintah Allah, mengutamakan keridhaan-Nya karena di sisi-Nya ada pahala yang besar dan mengutamakan akhirat daripada dunia yang fana.

[10] Maksudnya, terkadang istri atau anak dapat menjerumuskan suami atau ayahnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak dibenarkan agama atau menghalanginya dari mengerjakan kebaikan seperti berjihad dan berhijrah.

[11] Oleh karena larangan menaati istri dan anak jika di sana terdapat bahaya terhadap seorang hamba memberikan kesan agar bersikap keras kepada mereka, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala menghilangkan kesan ini dan memerintahkan mereka untuk memaafkan, tidak memarahi dan mengampuni mereka. Hal itu, karena sikap tersebut (memberi maaf) terdapat banyak maslahat.

[12] Hal itu, karena balasan disesuaikan dengan jenis amalan. Barang siapa yang memaafkan, maka Allah akan memaafkannya, barang siapa yang mengampuni maka Allah akan mengampuninya, dan barang siapa yang bermu’amalah dengan Allah dengan amal yang dicintai-Nya, maka Allah akan mencintainya, demikian pula barang siapa yang bermu’amalah dengan manusia dengan amal yang dicintai mereka niscaya manusia mencintainya.

[13] Yang melalaikan kamu dari akhirat.

[14] Oleh karena itu, janganlah kamu luputkan pahalamu karena disibukkan oleh harta dan anak.

[15] Allah Subhaanahu wa Ta’aala memerintahkan untuk bertakwa kepada-Nya sesuai dengan kemampuan. Ayat ini menunjukkan bahwa setiap kewajiban yang seorang hamba tidak dapat melakukannya, maka kewajiban itu gugur darinya, dan bahwa jika seseorang mampu melakukan sebagian perintah dan tidak bisa melakukan sebagian lagi, maka yang bisa ia lakukan dilakukannya dan yang tidak bisa maka gugur darinya sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apabila aku memerintahkan suatu perintah, maka lakukanlah sesuai kesanggupanmu.”

[16] Yakni dengarlah nasihat Allah kepadamu serta hukum-hukum syang disyariatkan-Nya. Ketahuilah hal itu dan ikutlah.

[17] Kepada Allah dan Rasul-Nya dalam semua urusanmu.

[18] Baik infak yang wajib maupun yang sunat, tentu hal itu lebih baik bagimu di dunia dan akhirat, karena kebaikan terletak dalam mengikuti perintah Allah, menerima nasihatnya dan tunduk kepada syariat-Nya, sedangkan keburukan terletak pada selain itu. Namun di sana ada penyakit yang menghalangi kebanyakan manusia dari berinfak, yaitu sifat kikir yang manusia diciptakan di atasnya, maka dalam lanjutan ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta’aala menerangkan, bahwa barang siapa yang dijaga dari kekirikan dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

[19] Mereka akan mendapatkan apa yang mereka inginkan dan selamat dari hal yang tidak mereka inginkan.

– See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-at-taghaabun-ayat-11-18.html#sthash.AA7XAKeS.dpuf

Posting by  ( Ahmad Sujud on fb ) ( Ahmad Sujud on twitter )

Inilah King Suleiman yang Sesungguhnya

aking-suleiman01
JAKARTA (gemaislam) – Film King Suleiman yang ditayangkan ANTV menuai protes keras dari kaum muslimin. Pasalnya, film tersebut tidak menceritakan kejadian yang sesungguhnya. Dalam film tersebut, King Suleiman atau Sulaiman Al Qanuni digambarkan dengan sifat-sifat yang buruk.

Ustadz Abu Zubair Al Hawary, menukil dari karya pakar sejarah Islam Prof DR Raghib As Sirjani menceritakan siapa King Suleiman yang sesungguhnya. Demikian kisahnya.

Mengenal Sulaiman Al Qonuni

Pernahkah anda mendengar tentang perang Mohacs? Sesungguhnya itu bukanlah perang..tapi pembantaian. Peristiwa ini terjadi pada 21/11/932 hijriyah.

Ringkas cerita, utusan khalifah utsmani Sulaiman al-Qonuni berangkat untuk mengambil jizyah dari raja Hongaria dan pemimpin Eropa ketika itu luis II.
Maka atas saran paus di Vatikan raja hongaria membunuh utusan Sulaiman al-Qonuni. Mendengar berita itu bersiap-siaplah Sulaiman al-Qonuni untuk menyerang Eropa. Begitu juga gerejab dan eropa menyiapkan pasukannya.

Sulaiman al-Qonuni menyiapkan pasukan yang terdiri dari 100000 prajurit, 350 meriam dan 800 kapal perang. Sedangkan kekuatan eropa 200000 pasukan berkuda. 35 ribu diantaranya bersenjata lengkap dengan baju besi.

Sulaiman dan pasukannya menempuh jarak 1000 KM dan berhasil merebut benteng-benteng sepanjang perjalanannya guna mengamankan jalan ketika menarik pasukannya mundur jika terjadi kekalahan. Beliau dan pasukannya melewati sungai….yang terkenal dan menunggu di lembah Mohacs selatan Hongaria dan timur Rumania menanti pasukan Eropa yg terdiri dari Hongaria, Rumania, Kroasia, Buhemia, Kekaisaran Romawi, negara kepausan dan Polandia. Masalah yang dihadapi Sulaiman adalah banyaknya pasukan berkuda Romawi dan Hongaria yg tertutup penuh oleh baju besi yang sulit ditembus panah atau peluru.

Lalu apa yang ia lakukan?

Setelah selesai sholat subuh ia berdiri dihadapan pasukannya yang menatap pasukan Eropa yang banyak yang tidak terlihat ujungnya. Kemudian ia berkata disertai tangisan (sesungguhnya Ruh Nabi Muhammad melihat kalian dengan kerinduan dan cinta) maka menangislah semua pasukan kaum muslimin.

Kemudian…
Kedua pasukan saling berhadapan…

Taktik perang Sulaiman adalah sebagai berikut :

Ia membagi pasukannya menjadi tiga barisan sepanjang 10 km. Dan pasukan Inkisyaariah di garis depan, mereka ini adalah prajurit pilihan. Kemudian di barisan kedua pasukan berkuda dengan senjata ringan dan pasukan pejalan kaki (infanteri) diantara mereka adalah relawan.Adapun barisan ketiga adalah beliau dan pasukan meriam.

Pasukan Eropa menyerang setelah sholat ashar. Maka Sulaiman memerintahkan pasukan Inkisyaariyah bertahan selama satu jam saja. Kemudian ia memerintahkan mereka lari…Dan ia perintahkan pasukan lapis kedua untuk membuka jalan pelarian ke kiri dan ke kanan bukan ke belakang.

Sesuai arahan sulaiman para pahlawan pasukan Inkisyaariah bertahan dengan gagah berani. Dan berhasil menghancurkan kekuatan eropa dengan sempurna pada dua penyerangan bertubi-tubi yang dipancarkan eropa. Dalam satu serangan saja habis 20 ribu pasukan eropa.

Kemudian kekuatan inti pasukan eropa serempak menyerang…tibalah saat melarikan diri dan dibukalah jalan untuk lari..maka mundurlah pasukan Inkisyaariah ke sisi kiri dan kanan diikuti pasukan infantri, sehingga jantung pasukan Utsmani benar-benar terbuka..maka masuklah 100 ribu pasukan eropa sekaligus menuju (jebakan) jantung pasukan kaum muslimin. Dan inilah awal pembantaian itu…

Mereka langsung berhadapan dengan meriam-meriam pasukan Utsmaniyah tanpa mereka sadari.

Meriam-meriam itu langsung menyalak menyambut 100 ribu pasukan eropa yang tidak sadar telah masuk jebakan.

Tidak sampai satu jam musnahlah pasukan eropa semua dihantam meriam dari segala arah..menjadi kenangan hitam orang2 kafir sampai saat ini.

Sisa-sisa pasukan eropa di garis belakang berusaha lari menyeberangi sungai..apa daya karena ketakutan dan berdesak-desakan ribuan prajurit tenggelam di sungai.

Akhirnya pasukan eropa hendak menyerah. Dan keputusan Khalifah Sulaiman al Qonuni yang tidak pernah dilupakan Eropa sampai sekarang dan mereka mengingatnya dengan penuh dendam. Sulaiman memutuskan : Tidak ada tawanan!
Maka pasukan Utsmaniyyun menyerahkan kembali senjata kepada pasukan eropa yang ditawan agar mereka berperang lagi atau dibunuh!.

Akhirnya mereka kembali berperang dengan putus asa.

Berakhirlah perang dengan tewasnya raja Hongaria Louis II beserta para uskup yang tujuh orang mewakili nasrani dan utusan paus dan 70 ribu pasukan. Disamping itu 25 ribu ditawan dalam keadaan terluka.

Pasukan Utsmaniyyah melakukan parade militer di ibukota Hongaria. Setelah dua hari mengurus urusan kenegaraan di sana Khalifah Sulaiman kembali pulang ke Turki.

Pasukan Utsmaniyyah yang gugur dalam perang itu hanya 150 orang saja dan tiga ribu terluka. Selebihnya pasukan masih sempurna tanpa kurang suatu apapun walhamdulillah.

Red: Budi Marta Saudin

Sumber : http://nasional.gemaislam.com/inilah-king-suleiman-yang-sesungguhnya/

King Suleiman, Film yang Merusak Citra Daulah Islam

Film-King-Suleiman-ANTV-640x411

Setelah diiklankan sekian lama, akhirnya ANTV mulai menayangkan Mega Serial King Suleiman, Senin 22 Desember 2014 pukul 21.30 WIB. Untuk menyedot perhatian pemirsa, edisi perdana itu tayang dua jam tanpa jeda iklan.

Siapa Sebenarnya King Suleiman?

Siapakah King Suleiman? Dalam sejarah Islam, dialah Sultan Sulaiman Al Qanuni. Khalifah kesepuluh dalam Khilafah Ustmaniyah setelah Utsman, Orkhan, Murad I, Bayazid I, Muhammad I, Murad II, Muhammad Al Fatih, Bayazid II, dan Salim I. Sulaiman digelari Al Qanuni karena ia berhasil menyusun sistem undang-undang Daulah Turki Utsmani berdasarkan syariat Islam dan mengimplementasikannya secara teratur. Di Barat, King Suleiman dikenal sebagai Suleiman the Magnifient (Sulaiman yang Hebat).

Syaikh Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi dalam buku ad Daulah al Utsmaaniyah menuliskan bahwa masa pemerintahan Sultan Sulaiman Al Qanuni merupakan puncak kekuasaan dan masa keemasan daulah Utsmaniyah. Pemerintahannya yang berlangsung pada 926 – 972 H (1520 – 1566 M) melahirkan perluasan wilayah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Wilayah kekuasaan Daulah Utsmaniyah saat itu meliputi tiga benua.

Dalam buku Sejarah Para Khalifah, Hepi Andi Bastomi menggambarkan Sultan Sulaiman Al Qanuni sebagai negarawan paling ulung pada masanya. Di bawah pemerintahannya, Daulah Utsmaniyah menyebarkan Islam hingga ke rantau Balkan di Eropa meliputi Hungary, Belgrade, Austria, Benua Afrika dan Teluk Parsi.

Pendidikan yang baik dan terpadu sejak usia 7 tahun membuat Sulaiman tumbuh dalam suasana keilmuan, menyukai sastra dan dekat dengan para ulama. Ia dikenal tenang dan mampu melahirkan keputusan-keputusan matang. Di awal pemerintahannya, ia sempat digoyang dengan empat pemberontakan; mulai dari pengkhianatan Gubernur Mesir hingga kaum Syiah di wilayah Yuzaghad. Namun, Sulaiman Al Qanuni berhasil mematahkan seluruh gangguan itu hingga kemudian Daulah Utsmani stabil dan mampu mengemban dakwah Islam tanpa direcoki permasalahan internal.

Versi Film King Suleiman

Sebelum ditayangkan, mega serial King Suleiman diiklankan dengan sangat gencar dalam waktu sekian lama. Selain di TV ada iklan-iklan pendek sekitar satu menit, ada pula iklan/trailer di Youtube berdurasi lebih dari tiga menit.

Dari trailer-trailer itu saja sudah bisa ditebak ke mana arah film King Suleiman. Ada wanita-wanita tanpa jilbab, berbaju ketat, menari hingga adegan bersentuhan dengan King Suleiman.

Pada episode perdana, Senin (22/12/2014) malam, kesan itu semakin menguat. Pada edisi perdana itu juga sudah ada adegan King Suleiman tidur tanpa baju. Serta kondisi para harem yang cantik dan seksi. Agaknya, film yang mempropagandakan kebobrokan moral Daulah Utsmaniyah ini diadopsi dari novel berjudul The Sultan’s Harem karya Colin Falconer.

Di Turki, film tersebut juga menuai kontroversi. Banyak Muslim yang tidak setuju dengan film yang justru merusak citra Daulah Utsmaniyah dan sekaligus merusak citra Islam itu. [Ibnu K/bersamadakwah]

Repost by Ahmad Sujud

Sumber http://bersamadakwah.net/2014/12/king-suleiman-film-yang-merusak-citra-daulah-islam/

Ibu Ini Rela Anaknya Dihukum Mati karena Berkhianat pada Palestina

AGRESI militer Israel yang berlangsung kurang lebih satu pekan dan telah merenggut ratusan orang Palestina, di antaranya 36 adalah anak-anak. Agresi militer ini, ternyata tidak pula lepas dari orang Palestina.

Anak muda di atas (tampak dalam gambar) tengah diinjak kepalanya oleh seorang ibu. Tahukah siapa yang menginjak kepala anak muda itu?

Perempuan itu adalah ibu dari anak muda tersebut. Si ibu merasa malu dan mendapatkan aib karena anaknya telah memberikan info kepada intelejen Israel perihal keberadaan para pejuang Palestina.

Ibu itu jelas yang mengandung, dan membesarkannya, akan tetapi ibunya tampkanya si ibu ikhlas melihat anaknya dihukum mati di depan umum, supaya memberi pelajaran bagi yang lainnya.

Ia sendiri, walau dengan hati hancur, menginjak anaknya itu. Melihat kejadian ini, beberapa orang berkomentar, “Sang ibu menginjak kepala darah dagingnya sendiri karena di sana ada tujuan yang lebih kuat dan lebih mulia yaitu tanah dan kehormatan Palestina.” [dedih mulyadi/islampos]

Repost by Ahmad Sujud

Sumber : http://www.islampos.com/ibu-ini-rela-anaknya-dihukum-mati-karena-berkhianat-kepada-palestina-28423/