Arsip Kategori: Dakwah Islamiyah

Hindari Perceraian Sebisa Mungkin!!

Hindari Perceraian Sebisa Mungkin!!

Oleh : Abu Riyadl Nurcholis Majid Ahmad bin Mursidi

perceraian-ngawi-2014

Sering kita mendengar bahwa perceraian adalah salah satu solusi… tapi tahukah anda? Ia bukanlah satu satunya solusi, namun ia adalah adalah solusi terahir.
Hukumnya pun beragam, disesuaikan dengan kondisi, bisa menjadi mubah,sunnah, makruh, haram, atau malah wajib, itu tergantung situasi..

Tapi pada dasarnya perceraian adalah bagian dari program besar iblis. Musuh manusia ini sangat bangga dan senang ketika ada anak buahnya yang mampu memisahkan antara suami-istri. Lanjutkan membaca Hindari Perceraian Sebisa Mungkin!!

Iklan

Kebangkitan Paham Abu Lahab

 Kebangkitan Paham Abu Lahab dkk (Menguak Fenomena Penistaan Agama)

Muqaddimah

Sejak detik-detik babak baru negeri kita Indonesia beberapa waktu lalu, para anak manusia yang memiliki penyakit dalam hatinya merasa mendapatkan angin segar dan semakin berani menampakkan taringnya untuk menebar syubhat (kerancuan) dalam agama dan melakukan penistaan dan penghinaan kepada Islam dan simbol-simbolnya.

Haluan dan gelombang api huru-hara ini harus disadari oleh semua pihak, terkhusus bagi para ulama dan ustadz negeri ini agar semakin tegak dan semangat dalam menangkis dan menguaknya sebagai pembelaan kepada agama yang suci, karena ini adalah termasuk tanggung jawab berat di pundak mereka.

Maraknya fenomena penistaan agama dan gencarnya serangan terhadap Islam dengan penuh kelancangan dan keberanian adalah sinyal kebangkitan paham Abu Lahab dkk. yang telah berani mencela Allah, rasul-Nya, kitab-Nya, dan agama-Nya.

Namun, kita harus selalu optimis bahwa di balik semua ini pasti ada hikmah yang mendalam dan kita harus yakin bahwa kebenaran pasti menang. Bukankah Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

عَسَى أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرُلَّكُمْ

“Bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal itu baik bagi kalian.” (QS al-Baqarah [2]: 216)1

Lanjutkan membaca Kebangkitan Paham Abu Lahab

Istilah Percakapan Bahasa Arab Sehari hari

percakapan-bahasa-arab-tentang-keluarga-dan-artinyaBismillah, berikut ini adalah istilah-istilah singkat yang biasa digunakan oleh para penuntut ilmu syar’i.

Afwan = maaf.
Tafadhdhol= silahkan (untuk umum
Tafadhdholy = silahkan (untuk perempuan)
Mumtaz = keren, bagus banget
Na’am = iya
Laa Adri = tidak tahu
Syukron = terima kasih Lanjutkan membaca Istilah Percakapan Bahasa Arab Sehari hari

Ibu Ini Rela Anaknya Dihukum Mati karena Berkhianat pada Palestina

AGRESI militer Israel yang berlangsung kurang lebih satu pekan dan telah merenggut ratusan orang Palestina, di antaranya 36 adalah anak-anak. Agresi militer ini, ternyata tidak pula lepas dari orang Palestina.

Anak muda di atas (tampak dalam gambar) tengah diinjak kepalanya oleh seorang ibu. Tahukah siapa yang menginjak kepala anak muda itu?

Perempuan itu adalah ibu dari anak muda tersebut. Si ibu merasa malu dan mendapatkan aib karena anaknya telah memberikan info kepada intelejen Israel perihal keberadaan para pejuang Palestina.

Ibu itu jelas yang mengandung, dan membesarkannya, akan tetapi ibunya tampkanya si ibu ikhlas melihat anaknya dihukum mati di depan umum, supaya memberi pelajaran bagi yang lainnya.

Ia sendiri, walau dengan hati hancur, menginjak anaknya itu. Melihat kejadian ini, beberapa orang berkomentar, “Sang ibu menginjak kepala darah dagingnya sendiri karena di sana ada tujuan yang lebih kuat dan lebih mulia yaitu tanah dan kehormatan Palestina.” [dedih mulyadi/islampos]

Repost by Ahmad Sujud

Sumber : http://www.islampos.com/ibu-ini-rela-anaknya-dihukum-mati-karena-berkhianat-kepada-palestina-28423/

Kisah di Balik Bencana Tanah Longsor Dusun Jemblung

Astaghfirullah, Ternyata ini Kisah di Balik Bencana Tanah Longsor Dusun Jemblung Banjarnegara

Astaghfirullah, Ternyata ini Kisah di Balik Bencana Tanah Longsor Dusun Jemblung BanjarnegaraBANJARNEGARA (Panjimas.com) – Jelang akhir tahun 2014, indonesia kembali berduka. Musibah tanah longsor Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah menelan banyak korban jiwa.

Dari 108 korban yang hilang tertimbun longsor, baru sekitar 39 orang yang berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim ini mengapa kembali dirundung bencana?

tanah longsor banjarnegara

Romi, salah seorang relawan kemanusiaan dari LSM Emergency and Crisis Response (ECR) yang turut melakukan evakuasi korban di lokasi bencana, menyingkap kisah di balik musibah besar tersebut.

Menurutnya, berdasarkan informasi dari warga sekitar, di desa tersebut begitu merajalela kemaksiatan dan kemusyirkan.

“Ya kalau menurut warga sekitar, di sana terkenal dengan klenik dan judi sabung ayam, malah akhir-akhir ini juga marak berdiri karaoke. Jadi tempat itu sudah terkenal dengan kondisi seperti itu,” kata Romi kepada Panjimas.com, Senin (15/12/2014).

Ya kalau menurut warga sekitar, di sana terkenal dengan klenik dan judi sabung ayam, malah akhir-akhir ini juga marak berdiri karaoke. Jadi tempat itu sudah terkenal dengan kondisi seperti itu

Apa yang disampaikan romi, sepertinya begitu jelas tersebukti dengan realita di lapangan. Lihat saja dalam berita yang beredar kemarin, warga memperebutkan air dalam ember, yang sebelumnya digunakan Jokowi untuk mencuci tangan dan kaki, serta membersihkan lumpur yang melekat di sepatunya.

Mereka ngalap berkah dengan membasuh muka dari air sisa cuci tangan Jokowi. Padahal ngalap berkah dari mahluk merupakan bentuk Syirik Akbar dalam Islam.

Longsor Banjarnegara Jateng

“Buat barokah. Ini kan tadi sudah dipakai Presiden. Siapa tahu nasib berubah,” ujar salah seorang warga, yang tampak kuyup kepala dan badannya.

Warga lainnya, Parno, mengaku ingin meniru Jokowi, dengan turun membasuh kakinya.

“Biar berkah dan banyak rezeki. Tadi saya tidak cuma basuh muka, tapi tangan dan kaki juga,” kata Parno seperti dilansir Viva, Ahad (14/12/2014).

Selain itu, Romi juga menambahkan, bahwa dari cerita salah seorang warga yang selamat dalam bencana itu, kejadian longsor di Dusun Jemblung yang terjadi menjelang Maghrib itu, tak seperti lazimnya bencana tanah longsor.

“Kesaksian warga, ada korban yang selamat itu katanya tanah yang longsor itu seperti dimixer, kayak seperti bukan tanah longsor biasanya,” imbuhnya. [AW]

Repost by Admin

Sumber : Astaghfirullah, Ternyata ini Kisah di Balik Bencana Tanah Longsor Dusun Jemblung Banjarnegara

Baca juga Ingin Ubah Nasib, Malah tambah parah

Menggapai Izzah dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah di atas Pemahaman Shalafush Sholih

%d blogger menyukai ini: