Arsip Kategori: Artikel Islami

PILAR-PILAR STABILITAS KEAMANAN NEGARA

๐Ÿ•Œ RINGKASAN TABLIGH AKBAR โ€œPILAR-PILAR STABILITAS KEAMANAN NEGARAโ€16998916_754675854681899_9087498989323584499_n

๐ŸŽ™ Asy-Syaikh Prof. DR. Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al-โ€˜Abbad Al-Badr hafizhahumallah

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู…ู

โœ… Segala puji bagi Allah subhanahu wa taโ€™ala dan shalawat serta salam kepada Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam, keluarga dan sahabat beliau, serta untaian doa dan ucapan terima kasih kepada panitia dan pengurus masjid, seluruh hadirin, terutama yang datang dari jauh, jazaahumullaahu khayron.

Lanjutkan membaca PILAR-PILAR STABILITAS KEAMANAN NEGARA โ†’

MENEGOR ORANG NGOBROL SAAT KHUTBAH

BAGAIMANA CARA MENEGUR ORANG YANG BERBICARA KETIKA KHATIB SEDANG BERKHUTBAH?

images

Berkata syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah:
ุงู„ูƒู„ุงู… ุญุงู„ ุงู„ุฎุทุจุฉ ูŠูˆู… ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุญุฑุงู…ูŒุŒ ุจู„ ุฅู† ุงู„ู†ุจูŠู‘ูŽ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ุดุจู‘ูŽู‡ู‡ ุจุงู„ุญู…ุงุฑ ูŠุญู…ู„ ุฃุณูุงุฑู‹ุงุŒ ูˆู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุฃู† ู†ุณูƒู‘ูุชูŽู‡ ุจุงู„ู‚ูˆู„ุ› ุฃูŠ: ู„ุง ูŠุฌูˆุฒู ุฃู† ู†ู‚ูˆู„ ู„ู‡: ุฃู†ุตุชุ› ู„ู‚ูˆู„ ุงู„ู†ุจูŠ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… -: ((ุฅุฐุง ู‚ู„ุชูŽ ู„ุตุงุญุจูƒ: ุฃู†ุตุชู’ุŒ ูŠูˆู… ุงู„ุฌู…ุนุฉ ูˆุงู„ุฅู…ุงู… ูŠุฎุทุจุ› ูู‚ุฏ ู„ุบูˆุชูŽ))ุ› ุฃูŠ: ูู‚ุฏ ูุงุชูƒ ุฃุฌุฑู ุงู„ุฌู…ุนุฉุŒ ูˆู„ูƒู† ู„ุง ุญุฑุฌ ุฃู† ุชู†ุจู‡ู… ุจุงู„ุฅุดุงุฑุฉุŒ ุจุฃู† ุชุถุน ุฃุตุจุนูƒ ุนู„ู‰ ุดูุชูŠูƒ ุฅุดุงุฑุฉ ู„ู‡ู…ุ› ู„ุฃู†ูƒ ู„ู… ุชุชูƒู„ู…ุŒ ูˆููŠ ู…ู†ุนู‡ู… ู…ู† ุงู„ูƒู„ุงู… ุญุงู„ ุงู„ุฎุทุจุฉ ููƒู‘ู ุดุฑู‘ู ุนู„ู‰ ุบูŠุฑู‡ู…ุ› ู„ุฃู†ู‡ู… ุฅุฐุง ุตุงุฑูˆุง ูŠุชูƒู„ู…ูˆู† ุฃุซู†ุงุก ุงู„ุฎุทุจุฉ ุดูŽุบู„ูˆุง ุงู„ู†ุงุณ ูˆุดูˆู‘ูŽุดูˆุง ุนู„ูŠู‡ู…ุŒ ูุฅุฐุง ุณูƒุชูˆุง ุจุงู„ุฅุดุงุฑุฉ ุฒุงู„ ู‡ุฐุง ุงู„ู…ุญุธูˆุฑ

โ€œBerbicara saat khutbah jumโ€™at itu diharamkan, bahkan Nabi shallallahuโ€™alaihi wasallam menyamakannya dengan keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Hanya saja tidak boleh bagi kita untuk menegurnya dengan ucapan, misalnya dengan ucapan โ€˜diamโ€™. Berdasarkan sabda Nabi shallallahuโ€™alihi wasallam: “Jika engkau berkata pada temanmu pada hari Jum’at, “Diamlah!”, sewaktu imam berkhutbah, berarti kemu telah berbuat sia-sia.” Artinya: telah terlewat darimu pahala jumโ€™at. Namun tidak mengapa bagimu untuk menegurnya dengan isyarat, misalnya dengan cara meletakkan jari ke mulut anda sebagai tanda supaya mereka diam; dalam hal ini anda tidaklah dikategorikan sebagai orang yang berbicara. Ketika anda melarang mereka untuk berbicara tatkala khutbah, maka itu adalah dalam rangka supaya mereka tidak mengganggu para jamaโ€™ah yang lain. Hal itu dikarenakan apabila mereka mengobrol tatkala khutbah akan berdampak menyibukkan mengganggu orang lain, namun ketika mereka diam saat ditegur dengan isyarat yang seperti ini tidaklah terlarang.โ€ (Fataawaa Nurun โ€˜alaa Ad-Darb: 2/8)

Berkata Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad hafidzahullah:
ูˆุฃู† ุงู„ุฅู†ุณุงู† ู„ูŠุณ ู„ู‡ ุฃู† ูŠุชุดุงุบู„ูŽ ุนู† ุงู„ุฎุทุจุฉ ุจุฃูŠ ุดุงุบู„ุŒ ู‚ุงู„ ุจุนุถ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู…: ุฅุฐุง ูƒุงู† ู‡ู†ุงูƒ ุฃุญุฏูŒ ูŠุชุญุฏุซ ูˆูŠุดูˆู‘ูุด ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุงุณ ูุฅู†ู‡ ูŠุดูŠุฑ ุฅู„ูŠู‡ ุฅุดุงุฑุฉู‹ ุญุชู‰ ูŠุณูƒุชุ› ู„ุฃู† ุงู„ู…ู‚ุตูˆุฏ ู‡ูˆ ุงู„ุงุณุชู…ุงุนู ู„ู„ุฎุทุจุฉุŒ ูˆุฅุฐุง ูˆูุฌุฏ ุฃู†ุงุณ ูŠุชุญุฏุซูˆู† ูˆูŠุดูˆุดูˆู† ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุงุณ ูู„ุง ูŠุญุตู„ ุงู„ุชู…ูƒู‘ูู†ู ู…ู† ุงุณุชู…ุงุน ุงู„ุฎุทุจุฉ ุฅู„ุง ุจุฅุณูƒุงุชู‡ู…ุŒ ูุฅุฐุง ูƒุงู† ู‡ู†ุงูƒ ุฃู…ุฑ ูŠู‚ุชุถูŠ ุฐู„ูƒุ› ูุฅู†ู‡ ูŠุดูŠุฑ ุฅู„ู‰ ุงู„ู…ุชุญุฏู‘ูุซ ุฅุดุงุฑุฉุŒ ูˆุฅุฐุง ู…ุง ุงู†ุฏูุน ุจุงู„ุฅุดุงุฑุฉ ูู„ู‡ ุฃู† ูŠูƒู„ู‘ูู…ูŽู‡ ุจูƒู„ุงู… ู…ุฎุชุตุฑุ› ู„ุฃู† ุงู„ุญูƒู…ุฉูŽ ุงู„ุชูŠ ู…ู† ุฃุฌู„ู‡ุง ู†ูู‡ูŠ ุนู† ู‚ูˆู„: ((ุฃู†ุตุช)) ุฃู† ูŠุณู…ุนูŽ ุงู„ู†ุงุณู ุงู„ุฎูุทุจุฉูŽุŒ ูุฅุฐุง ุชูุฑููƒ ุญุตู„ ุงู„ุชุดูˆูŠุด ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุงุณุ› ุดุฑุญ ุณู†ู† ุฃุจูŠ ุฏุงูˆุฏ (139/20).

โ€œTidak boleh bagi seorangpun untuk menimbulkan gangguan tatkala khutbah. Sebagian ahli ilmi menjelaskan jika ada seseorang yang mengobrol serta menimbulkan gangguan terhadap jamaโ€™ah yang lain, maka diperbolehkan untuk berisyarat dalam rangka membuat mereka diam. Karena tujuan terpenting adalah mendengarkan khutbah. Ketika masih ada orang-orang yang berbicara dan ngobrol, maka khutbah tidak akan bisa terdengar dengan baik kecuali dengan cara membuat mereka diam. Jika memang kondisinya demikian, maka bisa dengan cara berisyarat yang tujuannya teguran terhadap orang yang ngobrol. Jika dengan isyarat tidak bisa, maka diperbolehkan menggunakan ucapan yang ringkas sebagai teguran. (Dikarenakan hal yang mendesak) maka berucap โ€˜diamlahโ€™ yang asalnya terlarang menjadi diperlukan, karena kalau tidak akan terjadi suasana gaduh yang mengganggu jamaโ€™ah lain.โ€ (Syarah Sunan Abi Dawud: 20/139)

Sumber :https://www.facebook.com/majid.aljawi/posts/1346226048768238

Sumber : http://www.alukah.net/sharia/0/49221/#ixzz4YFIxcv3B

 

Repost by. ุงุญู…ุฏ ุณุฌุฏ

Inilah Pilar Agamamu: Rukun dan Makna Islam (1)

Sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita mengetahui dengan baik agama kita. Karena dengan Islamlah seseorang bisa meraih kebahagiaan yang hakiki dan sejati. Sebuah kebahagiaan yang tidak akan usang di telan waktu dan tidak akan pernah hilang di manapun kita berada. Sebuah kebahagiaan yang sangat mahal harganya yang tidak dapat diukur dengan materi dunia sebesar apapun. Oleh karena itu sudah selayaknya bagi kita untuk mempelajari Islam, terlebih lagi bagian inti dari Islam yang menjadi pilar agama ini sehingga kebahagiaan pun bisa kita raih.

Inilah Pilar Itu

Rosul kita yang mulia telah memberitahu kepada kita seluruh perkara yang bisa mengantarkan kita pada kebahagiaan yang hakiki dan abadi yaitu surga Allah subhanahu wa taโ€™ala dan beliau juga telah memperingatkan kita dari seluruh perkara yang dapat menjerumuskan kita pada kehancuran dan kebinasaan yang abadi yaitu azab neraka yang sangat pedih yang Allah sediakan bagi orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya. Demikianlah kasih sayang Rosul kita kepada umatnya bahkan melebihi kasih sayang seorang ibu pada anaknya.

ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฌูŽุงุกูƒูู…ู’ ุฑูŽุณููˆู„ูŒ ู…ู‘ูู†ู’ ุฃูŽู†ููุณููƒูู…ู’ ุนูŽุฒููŠุฒูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูŽุง ุนูŽู†ูุชู‘ูู…ู’ ุญูŽุฑููŠุตูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู… ุจูุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ุฑูŽุคููˆููŒ ุฑู‘ูŽุญููŠู…ูŒ

โ€œSungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.โ€ (QS. At Taubah: 128)

Rosul kita telah memberi tahu pada kita tentang pilar agama Islam yang mulia ini. Beliau bersabda yang artinya, โ€œIslam ini dibangun di atas lima perkara: (1) Persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, (2) mendirikan sholat, (3) menunaikan zakat, (4) pergi haji ke baitullah, dan (5) berpuasa pada bulan Romadhon.โ€ (HR. Bukhari Muslim)

Demikian pula ketika menjawab pertanyaan malaikat Jibril yang bertanya kepada beliau, โ€œWahai Muhammad! Beri tahukan kepadaku tentang Islam?โ€ Kemudian beliau menjawab, โ€œIslam adalah Engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, kemudian Engkau mendirikan sholat, kemudian Engkau menunaikan zakat, kemudian Engkau berpuasa pada bulan Ramadhon, kemudian Engkau menunaikan haji jika mampu.โ€ Kemudian ketika beliau kembali ditanya oleh malaikat Jibril, โ€œWahai Muhammad! Beri tahukan kepada ku tentang Iman?โ€ Kemudian beliau menjawab, โ€œEngkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-Nya, utusan-Nya, hari akhir dan Engkau beriman pada takdir Allah yang baik maupun yang buruk.โ€ (HR. Muslim)

Demikianlah Rosul kita memberikan pengertian kepada umatnya tentang Islam, apa itu Islam yang seharusnya kita jalankan? Dan bagaimana seorang menjalankan Islam? Dalam hadits tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa Islam adalah perkara-perkara agama yang lahiriah sedangkan iman adalah perkara-perkara yang terkait dengan hati. Sehingga jika digabungkan istilah Iman dan Islam maka hal ini menunjukkan hakikat agama Islam yaitu mengerjakan amalan-amalan lahir yang dilandasi keimanan. Jika ada orang yang mengerjakan amalan-amalan Islam namun perbuatan tersebut tidak dilandasi dengan keimanan, maka inilah yang disebut dengan munafik. Sedangkan jika ada orang yang mengaku beriman namun ia tidak mengamalkan perintah Allah dan Rasulnya maka inilah yang disebut dengan orang yang durhaka.

Berdasarkan hadits tersebut sekarang kita tahu bahwa agama Islam ini dibangun di atas lima pilar:

  1. Persaksian tentang dua kalimat syahadat bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.
  2. Menegakkan sholat.
  3. Menunaikan zakat.
  4. Berpuasa pada bulan Romadhon.
  5. Pergi haji ke tanah suci jika mampu.

Dan kelima hal inilah yang disebut dengan Rukun Islam yang merupakan pilar utama tegaknya agama Islam ini. Barang siapa yang mengerjakan kelima pilar ini, maka ia berhak mendapatkan janji Allah subhanahu wa taโ€™ala berupa surga-Nya yang penuh dengan kenikmatan.

Makna Islam

Jika kita mendengar kata Islam, maka ada dua pengertian yang dapat kita ambil. Pengertian islam yang pertama adalah Islam secara umum yang memiliki makna: Berserah diri kepada Allah dengan tauhid dan tunduk serta patuh pada Allah dengan menjalankan ketaatan kepadanya dan berlepas diri dari perbuatan menyekutukan Allah (syirik) dan berlepas diri dari orang-orang yang menyekutukan Allah (musyrik). Islam dengan makna yang umum ini adalah agama seluruh Nabi Rosul semenjak nabi Adam โ€˜alaihi salam. Sehingga jika ditanyakan, apa agama nabi Adam, Nuh, Musa, Isa nabi dan Rosul lainnya? Maka jawabannya bahwa agama mereka adalah Islam dengan makna Islam secara umum sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Demikian juga agama para pengikut Nabi dan Rasul sebelum nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam adalah Islam dengan pengertian di atas, pengikut para Nabi dan Rasul terdahulu berserah diri pada Alah dengan tauhid, tunduk dan patuh kepada-Nya dengan mengerjakan amal ketaatan sesuai dengan syariat yang dibawa oleh nabi dan Rasul yang mereka ikuti serta berlepas diri dari kesyirikan dan orang-orang yang berbuat syirik. Agama pengikut nabi Nuh adalah Islam, agama pengikut nabi Musa pada zaman beliau adalah Islam, agama pengikut nabi Isa pada zaman beliau adalah Islam dan demikian pula agama pengikut nabi Muhammad pada zaman ini adalah Islam. Allah subhanahu wa taโ€™ala berfirman,

ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ู ูŠูŽู‡ููˆุฏููŠู‘ุงู‹ ูˆูŽู„ุงูŽ ู†ูŽุตู’ุฑูŽุงู†ููŠู‘ุงู‹ ูˆูŽู„ูŽูƒูู† ูƒูŽุงู†ูŽ ุญูŽู†ููŠูุงู‹ ู…ู‘ูุณู’ู„ูู…ุงู‹ ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู†ูŽ

โ€œIbrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.โ€ (QS. Ali Imran: 67)

Allah juga berfirman,

ู‡ููˆูŽ ุณูŽู…ู‘ูŽุงูƒูู…ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ูŠู†ูŽ ู…ูู† ู‚ูŽุจู’ู„ู

โ€œDia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu.โ€ (QS. Al Hajj: 78)

Sedangkan pengertian yang kedua adalah makna Islam secara khusus yaitu: Agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, yang mencakup di dalamnya syariat dan seluruh ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Dan inilah makna Islam secara mutlak, artinya jika disebutkan โ€œAgama Islamโ€ tanpa embel-embel macam-macam, maka yang dimaksud dengan โ€œAgama Islamโ€ tersebut adalah agama Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Sehingga orang-orang yang masih mengikuti ajaran nabi Nuh, nabi Musa atau ajaran nabi Isa setelah diutusnya Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam maka orang ini tidaklah disebut sebagai seorang muslim yang beragama Islam. Di samping itu, ada pengertian Islam secara bahasa yaitu Istislam yang berarti berserah diri.

-bersambung insya Allah-

***

Penulis: Abu Fatah Amrullah (Alumni Maโ€™had Ilmi)
Murojaah: Ust. Aris Munandar
Artikel www.muslim.or.id

Posting ulang Admin

Pelajaran Agama Islam Dasar ( bag 1 )

Agama Islam

Agama Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Dengan agama inilah Allah menutup agama-agama sebelumnya. Allah telah menyempurnakan agama ini bagi hamba-hambaNya. Dengan agama Islam ini pula Allah menyempurnakan nikmat atas mereka. Allah hanya meridhoi Islam sebagai agama yang harus mereka peluk. Oleh sebab itu tidak ada suatu agama pun yang diterima selain Islam. read more

Allah taโ€™ala berfirman,

ู…ู‘ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏูŒ ุฃูŽุจูŽุง ุฃูŽุญูŽุฏู ู…ู‘ูู† ุฑู‘ูุฌูŽุงู„ููƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูƒูู† ุฑู‘ูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฎูŽุงุชูŽู…ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ููŠู†ูŽ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจููƒูู„ู‘ู ุดูŽูŠู’ุกู ุนูŽู„ููŠู…ุงู‹

โ€œMuhammad itu bukanlah seorang ayah dari salah seorang lelaki diantara kalian, akan tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para Nabi.โ€ (QS. Al Ahzab: 40)

Allah taโ€™ala juga berfirman,

ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูŽูƒู’ู…ูŽู„ู’ุชู ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฏููŠู†ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุชู’ู…ูŽู…ู’ุชู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู†ูุนู’ู…ูŽุชููŠ ูˆูŽุฑูŽุถููŠุชู ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ุฏููŠู†ุงู‹

โ€œPada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku atas kalian dan Aku pun telah ridha Islam menjadi agama bagi kalian.โ€ (QS. Al Maaโ€™idah: 3)

Allah taโ€™ala juga berfirman,

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู†ูŽ ุนูู†ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู

โ€œSesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam.โ€ (QS. Ali Imran: 19)

Allah taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู…ูŽู† ูŠูŽุจู’ุชูŽุบู ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู ุฏููŠู†ุงู‹ ููŽู„ูŽู† ูŠูู‚ู’ุจูŽู„ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูููŠ ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽุงุณูุฑููŠู†ูŽ

โ€œDan barang siapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan pernah diterima darinya dan di akhirat nanti dia akan termasuk orang-orang yang merugi.โ€ (QS. Ali โ€˜Imran: 85)

Allah taโ€™ala mewajibkan kepada seluruh umat manusia untuk beragama demi Allah dengan memeluk agama ini. Allah berfirman kepada Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,

ู‚ูู„ู’ ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฅูู†ู‘ููŠ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฌูŽู…ููŠุนุงู‹ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู„ูŽู‡ู ู…ูู„ู’ูƒู ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุฃูŽุฑู’ุถู ู„ุง ุฅูู„ูŽู€ู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู‡ููˆูŽ ูŠูุญู’ูŠูู€ูŠ ูˆูŽูŠูู…ููŠุชู ููŽุขู…ูู†ููˆุงู’ ุจูุงู„ู„ู‘ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุงู„ุฃูู…ู‘ููŠู‘ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ู‘ู‡ู ูˆูŽูƒูŽู„ูู…ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽุงุชู‘ูŽุจูุนููˆู‡ู ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽู‡ู’ุชูŽุฏููˆู†ูŽ

โ€œKatakanlah: Wahai umat manusia, sesungguhnya aku ini adalah utusan Allah bagi kalian semua, Dialah Dzat yang memiliki kekuasaan langit dan bumi, tidak ada sesembahan yang haq selain Dia, Dia lah yang menghidupkan dan mematikan. Maka berimanlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya seorang Nabi yang ummi (buta huruf) yang telah beriman kepada Allah serta kalimat-kalimat-Nya, dan ikutilah dia supaya kalian mendapatkan hidayah.โ€ (QS. Al Aโ€™raaf: 158)

Di dalam Shahih Muslim terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan dari jalur Abu Hurairah radhiallahu โ€˜anhu dari Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Beliau bersabda yang artinya, โ€œDemi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangannya. Tidaklah ada seorang manusia dari umat ini yang mendengar kenabianku, baik yang beragama Yahudi maupun Nasrani lantas dia meninggal dalam keadaan tidak mau beriman dengan ajaran yang aku bawa melainkan dia pasti termasuk salah seorang penghuni neraka.โ€

Hakikat beriman kepada Nabi adalah dengan cara membenarkan apa yang beliau bawa dengan disertai sikap menerima dan patuh, bukan sekedar pembenaran saja. Oleh sebab itulah maka Abu Thalib tidak bisa dianggap sebagai orang yang beriman terhadap Rasul shallallahu โ€˜alaihi wa sallam walaupun dia membenarkan ajaran yang beliau bawa, bahkan dia berani bersaksi bahwasanya Islam adalah agama yang terbaik.

Agama Islam ini telah merangkum semua bentuk kemaslahatan yang diajarkan oleh agama-agama sebelumnya. Agama Islam yang beliau bawa ini lebih istimewa dibandingkan agama-agama terdahulu karena Islam adalah ajaran yang bisa diterapkan di setiap masa, di setiap tempat dan di masyarakat manapun. Allah taโ€™ala berfirman kepada Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,

ูˆูŽุฃูŽู†ุฒูŽู„ู’ู†ูŽุง ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจูŽ ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ู…ูุตูŽุฏู‘ูู‚ุงู‹ ู„ู‘ูู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ูˆูŽู…ูู‡ูŽูŠู’ู…ูู†ุงู‹

โ€œDan Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab dengan benar sebagai pembenar kitab-kitab yang terdahulu serta batu ujian atasnya.โ€ (QS. Al Maaโ€™idah: 48)

Maksud dari pernyataan Islam itu cocok diterapkan di setiap masa, tempat dan masyarakat adalah dengan berpegang teguh dengannya tidak akan pernah bertentangan dengan kebaikan umat tersebut di masa kapan pun dan di tempat manapun. Bahkan dengan Islamlah keadaan umat itu akan menjadi baik. Akan tetapi bukanlah yang dimaksud dengan pernyataan Islam itu cocok bagi setiap masa, tempat dan masyarakat adalah Islam tunduk kepada kemauan setiap masa, tempat dan masyarakat, sebagaimana yang diinginkan oleh sebagian orang.

Agama Islam adalah agama yang benar. Sebuah agama yang telah mendapatkan jaminan pertolongan dan kemenangan dari Allah taโ€™ala bagi siapa saja yang berpegang teguh dengannya dengan sebenar-benarnya. Allah taโ€™ala berfirman,

ู‡ููˆูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ุจูุงู„ู’ู‡ูุฏูŽู‰ ูˆูŽุฏููŠู†ู ุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ู„ููŠูุธู’ู‡ูุฑูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู ูƒูู„ู‘ูู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุฑูู‡ูŽ ุงู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููˆู†ูŽ

โ€œDia lah Zat yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa Petunjuk dan Agama yang benar untuk dimenangkan di atas seluruh agama-agama yang ada, meskipun orang-orang musyrik tidak menyukainya.โ€ (QS. Ash Shaff: 9)

Allah taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽุนูŽุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู…ูู†ูƒูู…ู’ ูˆูŽุนูŽู…ูู„ููˆุง ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญูŽุงุชู ู„ูŽูŠูŽุณู’ุชูŽุฎู’ู„ูููŽู†ู‘ูŽู‡ูู… ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ูƒูŽู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุฎู’ู„ูŽููŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู† ู‚ูŽุจู’ู„ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูŠูู…ูŽูƒู‘ูู†ูŽู†ู‘ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฏููŠู†ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุงุฑู’ุชูŽุถูŽู‰ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูŠูุจูŽุฏู‘ูู„ูŽู†ู‘ูŽู‡ูู… ู…ู‘ูู† ุจูŽุนู’ุฏู ุฎูŽูˆู’ููู‡ูู…ู’ ุฃูŽู…ู’ู†ุงู‹ ูŠูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ูŽู†ููŠ ู„ูŽุง ูŠูุดู’ุฑููƒููˆู†ูŽ ุจููŠ ุดูŽูŠู’ุฆุงู‹ ูˆูŽู…ูŽู† ูƒูŽููŽุฑูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽุฃููˆู’ู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ููŽุงุณูู‚ููˆู†ูŽ

โ€œAllah benar-benar telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman serta beramal salih diantara kalian untuk menjadikan mereka berkuasa di atas muka bumi sebagaimana orang-orang sebelum mereka telah dijadikan berkuasa di atasnya. Dan Allah pasti akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, sebuah agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka peluk. Dan Allah pasti akan menggantikan rasa takut yang sebelumnya menghinggapi mereka dengan rasa tenteram, mereka menyembah-Ku dan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apapun. Dan barangsiapa yang ingkar sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.โ€ (QS. An Nuur: 55)

Agama Islam adalah ajaran yang mencakup akidah/keyakinan dan syariat/hukum. Islam adalah ajaran yang sempurna, baik ditinjau dari sisi aqidah maupun syariat-syariat yang diajarkannya:

  1. Islam memerintahkan untuk menauhidkan Allah taโ€™ala dan melarang kesyirikan.
  2. Islam memerintahkan untuk berbuat jujur dan melarang dusta.
  3. Islam memerintahkan untuk berbuat adil dan melarang aniaya.
  4. Islam memerintahkan untuk menunaikan amanat dan melarang berkhianat.
  5. Islam memerintahkan untuk menepati janji dan melarang pelanggaran janji.
  6. Islam memerintahkan untuk berbakti kepada kedua orang tua dan melarang perbuatan durhaka kepada mereka.
  7. Islam memerintahkan untuk menjalin silaturahim (hubungan kekerabatan yang terputus) dengan sanak famili dan Islam melarang perbuatan memutuskan silaturahim.
  8. Islam memerintahkan untuk berhubungan baik dengan tetangga dan melarang bersikap buruk kepada mereka.

Secara umum dapat dikatakan bahwasanya Islam memerintahkan semua akhlak yang mulia dan melarang akhlak yang rendah dan hina. Islam memerintahkan segala macam amal salih dan melarang segala amal yang jelek. Allah taโ€™ala berfirman,

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ู‡ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑู ุจูุงู„ู’ุนูŽุฏู’ู„ู ูˆูŽุงู„ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ูˆูŽุฅููŠุชูŽุงุก ุฐููŠ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุจูŽู‰ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ููŽุญู’ุดูŽุงุก ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู†ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุบู’ูŠู ูŠูŽุนูุธููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู†ูŽ

โ€œSesungguhnya Allah memerintahkan berbuat adil, ihsan dan memberikan nafkah kepada sanak kerabat. Dan Allah melarang semua bentuk perbuatan keji dan mungkar, serta tindakan melanggar batas. Allah mengingatkan kalian agar kalian mau mengambil pelajaran.โ€ (QS. An Nahl: 90)

***

Diterjemahkan dari Syarh Ushul Iman, hal. 5-8, Penerbit Darul Qasim
Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih Al โ€˜Utsaimin rahimahullah
Diterjemahkan oleh: Abu Muslih Ari Wahyudi
Artikel www.muslim.or.id

[ Materi artikel ini adalah salah satu pelajaran dasar agama Islam, untuk melihat pelajaran dasar lainnya simak pada artikel Pelajaran Dasar Agama Islam ]

Istri dan Anak Bisa Jadi Musuh

colorado-columbine1ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฅูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽูˆู’ู„ุงุฏููƒูู…ู’ ุนูŽุฏููˆู‘ู‹ุง ู„ูŽูƒูู…ู’ ููŽุงุญู’ุฐูŽุฑููˆู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูŽุนู’ูููˆุง ูˆูŽุชูŽุตู’ููŽุญููˆุง ูˆูŽุชูŽุบู’ููุฑููˆุง ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุบูŽูููˆุฑูŒ ุฑูŽุญููŠู…ูŒ
ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽูˆู’ู„ุงุฏููƒูู…ู’ ููุชู’ู†ูŽุฉูŒ ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ุฃูŽุฌู’ุฑูŒ ุนูŽุธููŠู…ูŒ
ููŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนู’ุชูู…ู’ ูˆูŽุงุณู’ู…ูŽุนููˆุง ูˆูŽุฃูŽุทููŠุนููˆุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ููู‚ููˆุง ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู„ุฃู†ู’ููุณููƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠููˆู‚ูŽ ุดูุญู‘ูŽ ู†ูŽูู’ุณูู‡ู ููŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุญููˆู†ูŽ

ุณูˆุฑุฉ ุงู„ุชุบุงุจู† ( ูกูค – ูกูฆ)

Terjemah Surat At Taghaabun Ayat 14-16

  1. [8] [9]Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu,[10] maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka [11]dan jika kamu memaafkan dan kamu santuni serta mengampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang[12].
  2. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu)[13], dan di sisi Allah pahala yang besar[14].
  3. Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu[15] dan dengarlah[16] serta taatlah[17]; dan infakkanlah[18] harta yang baik untuk dirimu. Dan barang siapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung[19].

Penjelasan

[8] Tirmidzi berkata: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf, telah menceritakan kepada kami Israil, telah menceritakan kepada kami Simak bin Harb dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, bahwa ia ditanya oleh seseorang tentang ayat ini, โ€œWahai orang-orang yang beriman! sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka.โ€ Ia berkata, โ€œMereka ini adalah laki-laki yang masuk Islam dari penduduk Mekah. Mereka ingin mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi istri dan anak-anak mereka menolak ditinggalkan oleh mereka karena hendak datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika mereka telah datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka melihat orang-orang telah paham agama, maka mereka hendak menghukum (keluarga) mereka, maka Allah menurunkan ayat, โ€œWahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap merekaโ€ฆdst.โ€ (Tirmidzi mengatakan bahwa hadits tersebut hasan shahih. Syaikh Muqbil, โ€œHadits tersebut juga diriwayatkan oleh Ibnu Jarir juz 28 hal. 124, Hakim juz 2 hal. 490, ia berkata, โ€œShahih isnadnya, namun keduanya (Bukhari dan Muslim) tidak meriwayatkan.โ€ Adz Dzahabi mendiamkan pernyataan Hakim, dan diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim sebagaimana dalam Tafsir Ibnu Katsir juz 4 hal. 376. Hadits ini berpusat pada Simak dari Ikrimah, sedangkan riwayat Simak dari Ikrimah adalah mudhtharib (guncang), sehingga hadits tersebut dhaโ€™if.โ€)

[9] Ayat ini merupakan peringatan dari Allah kepada kaum mukmin agar tidak terlalaikan oleh istri dan anak, karena sebagiannya ada yang menjadi musuh bagi mereka, yakni yang menghalangi mereka dari kebaikan. Oleh karena itu, sikap yang harus mereka lakukan adalah berwaspada, tetap melakukan perintah Allah, mengutamakan keridhaan-Nya karena di sisi-Nya ada pahala yang besar dan mengutamakan akhirat daripada dunia yang fana.

[10] Maksudnya, terkadang istri atau anak dapat menjerumuskan suami atau ayahnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak dibenarkan agama atau menghalanginya dari mengerjakan kebaikan seperti berjihad dan berhijrah.

[11] Oleh karena larangan menaati istri dan anak jika di sana terdapat bahaya terhadap seorang hamba memberikan kesan agar bersikap keras kepada mereka, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala menghilangkan kesan ini dan memerintahkan mereka untuk memaafkan, tidak memarahi dan mengampuni mereka. Hal itu, karena sikap tersebut (memberi maaf) terdapat banyak maslahat.

[12] Hal itu, karena balasan disesuaikan dengan jenis amalan. Barang siapa yang memaafkan, maka Allah akan memaafkannya, barang siapa yang mengampuni maka Allah akan mengampuninya, dan barang siapa yang bermuโ€™amalah dengan Allah dengan amal yang dicintai-Nya, maka Allah akan mencintainya, demikian pula barang siapa yang bermuโ€™amalah dengan manusia dengan amal yang dicintai mereka niscaya manusia mencintainya.

[13] Yang melalaikan kamu dari akhirat.

[14] Oleh karena itu, janganlah kamu luputkan pahalamu karena disibukkan oleh harta dan anak.

[15] Allah Subhaanahu wa Ta’aala memerintahkan untuk bertakwa kepada-Nya sesuai dengan kemampuan. Ayat ini menunjukkan bahwa setiap kewajiban yang seorang hamba tidak dapat melakukannya, maka kewajiban itu gugur darinya, dan bahwa jika seseorang mampu melakukan sebagian perintah dan tidak bisa melakukan sebagian lagi, maka yang bisa ia lakukan dilakukannya dan yang tidak bisa maka gugur darinya sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, โ€œApabila aku memerintahkan suatu perintah, maka lakukanlah sesuai kesanggupanmu.โ€

[16] Yakni dengarlah nasihat Allah kepadamu serta hukum-hukum syang disyariatkan-Nya. Ketahuilah hal itu dan ikutlah.

[17] Kepada Allah dan Rasul-Nya dalam semua urusanmu.

[18] Baik infak yang wajib maupun yang sunat, tentu hal itu lebih baik bagimu di dunia dan akhirat, karena kebaikan terletak dalam mengikuti perintah Allah, menerima nasihatnya dan tunduk kepada syariat-Nya, sedangkan keburukan terletak pada selain itu. Namun di sana ada penyakit yang menghalangi kebanyakan manusia dari berinfak, yaitu sifat kikir yang manusia diciptakan di atasnya, maka dalam lanjutan ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta’aala menerangkan, bahwa barang siapa yang dijaga dari kekirikan dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

[19] Mereka akan mendapatkan apa yang mereka inginkan dan selamat dari hal yang tidak mereka inginkan.

– See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-at-taghaabun-ayat-11-18.html#sthash.AA7XAKeS.dpuf

Posting byย  ( Ahmad Sujud on fb ) ( Ahmad Sujud on twitter )

Menggapai Izzah dengan Al-Qurโ€™an dan As-Sunnah di atas Pemahaman Shalafush Sholih

%d blogger menyukai ini: