Arsip Kategori: Akhlaq

Sticker Peduli Rohingya

Sticker Kemanusiaan Rohingya

Keuntungan 100% untuk disumbangkan

WhatsApp Image 2017-09-11 at 14.56.58
Sticker asli ada cap yayasan Al Bayyinah Haqqul Mubiin

Derita masih terus terasakan oleh saudara-saudara kita di Rohingya. Tersiksa, terlunta-lunta dan hidup dalam penderitaan yang mendalam.

Doa menjadi salah satu kekuatan utama untuk menangkalnya, disamping itu mereka juga membutuhkan makanan, obat-obatan, tempat tinggal, keamanan dan kenyamanan seperti yang kita rasakan saat ini.

Apa yang bisa kita berikan untuk saudara-saudara seiman kita berikan, maka berikanlah. Walau dengan jumlah yang sedikit, mungkin sangat berharga bagi mereka apakah lagi bila banyak maka itu lebih utama.

Harga Sticker : Rp. 10.000 (sudah termasuk donasi)

Info Jemput & Transfer donasi :
Ahmad Sujud  (احمد سجد   )     : 081319020008
Ust. Tahir Mamu (  At-Tohir Al Mamu    )      : 081323155704
Rian S  ( Rian Abu Sausan   )    : 089638730629
Roma Irmansyah ( Romairmansyah   )    : 089621639868
Abu Hanifah  ( Sopyan Abu Hanifah   )   : 087784456821

Cikarang, 20 Dzulhijjah 1438 / 11 September 2017

 

Ahmad Sujud احمد سجد 

Iklan

Senang akan Musibah yang Menimpa Muslim yang Lain

Ada yang punya sifat seperti ini ??index

Padahal ini adalah sifat terlarang, merasa senang akan musibah yang menimpa seorang muslim.

Antara muslim satu dan lainnya itu bersaudara. Tak pantas sifat itu ada antara sesama orang beriman. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.” (QS. Al Hujurat: 10). Yang namanya saudara berarti haruslah saling menjalin hubungan, menyayangi dan saling mengunjungi. Jadi bukanlah senang ketika saudara lain mendapatkan musibah.

Allah Ta’ala berfirman pula,

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آَمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat.” (QS. An Nur: 19). Ayat ini berisi adab bagi yang mendengar berita jelek, maka hendaklah yang ia tangkap dibenaknya jangan ia sebarkan dan siarkan dengan mudah. Dalam ayat, perbuatan tersebut terlarang dan akan mendapatkan siksa di dunia dan akhirat.

Imam Nawawi dalam Riyadhus Sholihin membawakan ayat di atas untuk menunjukkan terlarangnya menampakkan kebahagiaan ketika seorang muslim mendapatkan musibah. Pendalilannya dari ayat adalah jika seseorang menyebar berita jelek yang dilakukan orang mukmin yang terjerumus dalam dosa mendapatkan ancaman kerugian di dunia dan akhirat, apalagi jika seseorang menampakkan rasa gembira atas musibah muslim lain tanpa sebab apa-apa.

Hal ini didukung dengan hadits namun sayangnya dha’if. Dari Watsilah bin Al Asqa’, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تُظْهِرِ الشَّمَاتَةَ لأَخِيكَ فَيَرْحَمُهُ اللَّهُ وَيَبْتَلِيكَ

Janganlah engkau menampakkan kegembiraan karena musibah yang menimpa saudaramu. Karena jika demikian, Allah akan merahmatinya dan malah memberimu musibah.” (HR. Tirmidzi no. 2506. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if. Hadits ini dinyatakan dha’if pula oleh Syaikh Al Albani dan Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy)

Namun hadits secara umum menyatakan bahwa kehormatan sesama muslim tak boleh diinjak. Bentuknya di sini adalah jika saudara kita ada yang menderita terkena musibah, janganlah kita menampakkan rasa gembira karena hal itu. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ

Seseorang dicap jelek jika ia merendahkan saudara muslim yang lain. Sesama muslim itu haram darah, harta dan kehormatannya.” (HR. Muslim no. 2564).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah menyatakan, “Jika seseorang menjelekkan muslim yang lain, bisa jadi yang dijelekkan itu dirahmati oleh Allah. Kemudian malah orang yang menjelekkan yang terkena musibah. Seperti ini banyak terjadi.” (Syarh Riyadhus Sholihin, 6: 263).

Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy berkata, “Musibah yang menimpa hamba, boleh jadi sebagai hukuman dan ujian. Hal itu bisa jadi sebagai penebus dosa dan mengangkat derajat. Sehingga jika ada yang gembira atas musibah orang lain, maka tidaklah layak. Karena manusia bisa saja berbuat dosa dan salah. Lantas ia mendapatkan musibah lantaran kesalahannya tersebut. Siapa yang menjamin dirinya sendiri bisa selamat dari dosa?!” (Bahjatun Nazhirin, 3: 90).

Hanya Allah yang memberi taufik untuk berakhlak yang mulia.

Referensi:

Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhis Sholihin, Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilaliy, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H.

Syarh Riyadhus Sholihin, Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin, terbitan Darul Wathon, cetakan kedua, tahun 1427 H.

Selesai disusun di Panggang, Gunugkidul @ Darush Sholihin, 25 Jumadal Ula 1436 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Repost by Ahmad Sujud

Sumber : Senang akan Musibah yang Menimpa Muslim yang Lain 

Lanjutkan membaca Senang akan Musibah yang Menimpa Muslim yang Lain

Rahasia Doa Yang Sering Dibaca Syeikh Abdurrazzaq Al Badr Dalam Setiap Ceramah

Oleh: Ustadz Abu Abdillah Ahmad Zain, Lc

12508_5696793730264845_2069593281_nSaudaraku seiman…

Bagi yang memperhatikan ceramah-ceramah yang disampaikan oleh Syeikh Prof. DR. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr hafizhahullah, senantiasa akan mendengar baik di awal atau di akhir ceramah, beliau menyebutkan doa-doa dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan diantara doa yang beliau sebutkan adalah:

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ
Lanjutkan membaca Rahasia Doa Yang Sering Dibaca Syeikh Abdurrazzaq Al Badr Dalam Setiap Ceramah

Limpahan nikmat bagi orang yang bersyukur

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

وَقَالَ مُوسَى إِنْ تَكْفُرُوا أَنْتُمْ وَمَنْ فِي الأرْضِ جَمِيعًا فَإِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ حَمِيدٌ

( QS. Ibrahim : 7 ~ 8 )

297536_352288044848545_1657695198_n

7. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan[24], “Sesungguhnya jika kamu bersyukur[25], niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku)[26], maka pasti azab-Ku sangat berat[27].”

8. Dan Musa berkata, “Jika kamu dan orang yang ada di bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah)[28], maka sesungguhnya Allah Maha Kaya[29] lagi Maha Terpuji[30].”

Tafsir :

[24] Mendorong mereka untuk bersyukur.

[25] Terhadap nikmat-Ku dengan bertauhid dan taat. Syaikh As Sa’diy menerangkan tentang pengertian syukur, yaitu mengakui dengan hati nikmat Allah, memuji Allah terhadapnya, dan mengarahkan nikmat tersebut untuk mencari ridha Allah Ta’ala, sedangkan kufur adalah kebalikan dari itu.

[26] Dengan tetap kafir, syirk dan berbuat maksiat.

[27] Termasuk di antaranya adalah dengan mencabut nikmat yang diberikan-Nya.

[28] Maka kamu tidak dapat merugikan Allah sedikit pun juga.

[29] Allah tidak memerlukan syukur hamba-hamba-Nya, ketaatan yang mereka lakukan tidaklah menambah kerajaan-Nya, dan maksiat mereka pun tidak mengurangi kerajaan-Nya.

[30] Baik dzat-Nya, nama-Nya, sifat-Nya maupun perbuatan-Nya. Sifat yang dimiliki-Nya adalah sifat yang terpuji lagi sempurna. Semua nama-Nya indah, dan semua perbuatan-Nya baik.

– See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/03/tafsir-ibrahim.html#sthash.Du5YvWZ1.dpuf

Semoga bermanfa’at

Menghindari Pengaruh Kedengkian Manusia

# 10 penyelamat muslim dari pengaruh kedengkian manusia #
Ust Djazuli Lc حفظه الله

images1. Banyak berlindung kpd Allah dgn banyak berta’awudz seperti ucapan ” ‘audzu billah minasyaitanirajim”

2. Berupaya untuk selalu menjalankan perintah Allah & meninggalkan larangan-Nya (taqwa)

3. Banyak bersabar, yaitu dengan tdk membalas keburukan dgn keburukan

4. Banyak bertawakkal kpd Allah

5. Berupaya untuk selalu khusyu’ pada setiap ibadah

6. Berusaha untuk senantiasa berorientasi kpd akhirat pada setiap amal

7. Bertaubat kpd Allah & banyak beristighfar

8. Bersedekah dan memperbanyak kebaikan

9. Berbuat baik kpd orang yg berindikasi menyimpan kedengkian

10.Berserah diri kpd Allah dgn tauhid, dengan keyakinan bhw semua kejadian di Dunia tdk akan terjadi tanpa izin dari Allah.

Dinukil dari “Fawaid tata’allaqu biasma wasifat” karya ibnul Qoyyim

Semoga bermanfaat!

Copas by Ahmad Sujud