Arsip Kategori: Adab

PILAR-PILAR STABILITAS KEAMANAN NEGARA

๐Ÿ•Œ RINGKASAN TABLIGH AKBAR โ€œPILAR-PILAR STABILITAS KEAMANAN NEGARAโ€16998916_754675854681899_9087498989323584499_n

๐ŸŽ™ Asy-Syaikh Prof. DR. Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al-โ€˜Abbad Al-Badr hafizhahumallah

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู…ู

โœ… Segala puji bagi Allah subhanahu wa taโ€™ala dan shalawat serta salam kepada Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam, keluarga dan sahabat beliau, serta untaian doa dan ucapan terima kasih kepada panitia dan pengurus masjid, seluruh hadirin, terutama yang datang dari jauh, jazaahumullaahu khayron.

Lanjutkan membaca PILAR-PILAR STABILITAS KEAMANAN NEGARA โ†’

Iklan

Masjid Mana Yang Lebih Utama Untuk Shalat?

Pada asalnya, semua masjid itu setara keutamaannya kecuali 3 masjid yaitu masjid Nabawi, masjid Al Haram dan masjid Al Aqsha. Karena 3 masjid ini disebutkan oleh Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam

ุตูŽู„ูŽุงุฉูŒ ูููŠ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู„ู’ูู ุตูŽู„ูŽุงุฉู ูููŠู…ูŽุง ุณููˆูŽุงู‡ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ูŽ

โ€œShalat di masjidku ini (masjid Nabawi) lebih baik daripada 1000 shalat di tempat lain, kecuali di Masjid Al-Haramโ€ (HR. Muslim no. 1394)

Nabiย shallallahuโ€˜alaihi wasallamย juga bersabda:

ุตูŽู„ูŽุงุฉูŒ ูููŠ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏููŠ ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู„ู’ูู ุตูŽู„ูŽุงุฉู ูููŠู…ูŽุง ุณููˆูŽุงู‡ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ูŽ ูˆูŽุตูŽู„ูŽุงุฉูŒ ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ู ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ู…ูุงุฆูŽุฉู ุฃูŽู„ู’ูู ุตูŽู„ูŽุงุฉู ูููŠู…ูŽุง ุณููˆูŽุงู‡ู

โ€œShalat di masjidku (masjid Nabawi) lebih baik daripada 1000 shalat di tempat lain, kecuali di Masjid Al-Haram. SHalat di masjid Al Haramย lebih baik daripada 100.000 shalat di tempat lainโ€ (HR. Ibnu Majah no.1406, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah)

Nabi shallallahuโ€˜alaihi wasallam juga bersabda:

ู„ูŽุง ุชูุดูŽุฏูู‘ ุงู„ุฑูู‘ุญูŽุงู„ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฅูู„ูŽู‰ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉู ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏูŽ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ู ูˆูŽู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุงู„ู’ุฃูŽู‚ู’ุตูŽู‰

โ€œJanganlah kalian menempuh perjalanan jauh kecuali menuju ke tiga masjid: masjidku ini (Masjid Nabawi), masjid Al Haram, dan masjid Al Aqshaโ€ (HR. Bukhari no. 1115 dan Muslim no. 1397)

Namun untuk masjid selain 3 masjid ini, para ulama memiliki beberapa pandangan mengenai masjid yang lebih afdhal untuk kita datangi sebagai tempat kita menunaikan ibadah shalat.

Masjid Yang Lebih Dekat

Para ulama menganjurkan untuk mengutamakan masjid yang lebih dekat dengan rumah kita sebagai tempat kita menunaikan ibadah shalat. ย Berdasarkan sabda Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam:

ูŠูุตูŽู„ูู‘ ุงู„ุฑุฌู„ู ููŠ ุงู„ู…ุณุฌูุฏู ุงู„ุฐูŠ ูŠู„ููŠู‡ ุŒ ูˆู„ุง ูŠูŽุชูŽู‘ุจูุนู ุงู„ู…ุณุงุฌูุฏูŽ

โ€œHendaknya seseorang shalat di masjid yang dekat dengannya, dan jangan mencari-cari masjid lainโ€ (HR. Ibnu Hibban dalam Al Majruhin 2/178)

Diantara alasannya adalah, untuk tercapainya berbagai maslahah antara orang-orang yang saling bertetangga atau sesama kerabatnya. Karena yang shalat di masjid terdekat tentu adalah orang-orang yang rumahnya saling berdekatan atau bahkan sesama kerabat yang masih ada hubungan keluarga. Dengan berkumpulnya mereka di masjid yang sama akan mempererat hubungan, terbuka kesempatan untuk menunaikan hak tetangga dan hak kerabat, terbuka kesempatan untuk berbagi empati, saling membantu, saling menasehati dan maslahah lainnya.

Al Hasan Al Bashri ketika ditanya mengenai seorang lelaki yang sering shalat di masjid lain yang jauh, beliau berkata:

ูƒุงู†ูˆุง ูŠุญุจูˆู† ุฃู† ูŠูƒุซุฑ ุงู„ุฑุฌู„ ู‚ูˆู…ู‡ ุจู†ูุณู‡

โ€œMereka (para salaf) menyukai untuk sering-sering berada di tengah-tengah kaumnyaโ€

Masjid Yang Lebih Lama

Sebagian ulama menganjurkan untuk mengutamakan masjid yang usianya lebih lama atau lebih awal dibangunnya. Dalam kitab As Shalah, Abu Nuโ€™aim Al Fadhl bin Dukain meriwayatkan kisah Ibnu Sirin tentang sahabat Anas bin Malik radhiallahuโ€™anhu. Ibnu Sirin berkata:

ูƒู†ุช ุฃู‚ุจู„ ู…ุน ุฃู†ุณ ุจู† ู…ุงู„ูƒ ู…ู† ุงู„ุฒุงูˆูŠุฉ, ูุฅุฐุง ู…ุฑ ุจู…ุณุฌุฏ ู‚ุงู„: ุฃู…ุญุฏุซ ู‡ุฐุงุŸ ูุฅู† ู‚ู„ุช: ู†ุนู… ู…ุถู‰, ูˆุฅู† ู‚ู„ุช:ุนุชูŠู‚ ุตู„ู‰

โ€œAku pernah bertemu Anas bin Malik di Az Zawiyah. Jika ia melewati masjid, beliau bertanya: โ€˜Ini masjid baru?โ€™ Kalau saya jawab: โ€˜yaโ€™, maka beliau melewatinya, namun jika saya jawab: โ€˜ini masjid lamaโ€™ maka beliau shalatโ€

Sebagian mereka berdalil dengan ayat:

ู„ูŽู…ูŽุณู’ุฌูุฏูŒ ุฃูุณูู‘ุณูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุชูŽู‘ู‚ู’ูˆูŽู‰ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽุญูŽู‚ูู‘ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู‚ููˆู…ูŽ ูููŠู‡ู ูููŠู‡ู ุฑูุฌูŽุงู„ูŒ ูŠูุญูุจูู‘ูˆู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽุทูŽู‡ูŽู‘ุฑููˆุง ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูŠูุญูุจูู‘ ุงู„ู’ู…ูุทูŽู‘ู‡ูู‘ุฑููŠู†ูŽ

โ€œSesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersihโ€ (QS. At Taubah: 108)

Di dalamnya ada isyarat untuk memilih masjid yang lebih lama.

Syaikh Abdul Aziz Ath Tharifi menjelaskan, maksud Anas bin Malik memilih masjid yang lebih lama kemungkinan untuk mencegah keinginan orang-orang untuk membangun masjid baru tanpa kebutuhan. Karena hal ini bisa memecah-belah kaum muslimin dan membuka pintu perpecahan. Sehingga bisa jadi ketika ada orang yang tidak suka dengan si Fulan, ia pun membuat masjid sendiri sehingga ia tidak perlu shalat semasjid dengan si Fulan. Dan sudah maklum, bahwa terkumpulnya umat Islam dalam satu masjid itu lebih baik, karena dapat saling berkenalan, saling berakrab, saling menghapus kebencian, saling mengetahui keadaan satu sama lain ketika ada yang kena musibah, sakit, atau butuh pertolongan dan hal-hal lain yang sejalan dengan maqashid syarโ€™iyyah dan sunnah fithriyyah.

Masjid Yang Lebih Sesuai Sunnah

Para ulama juga menganjurkan untuk memilih masjid yang di dalamnya ditegakkan sunnah Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam dengan benar, jauh dari perkara yang mungkar, perkara bidโ€™ah apalagi perkara kesyirikan. Dalam rangka menjaga keistiqamahan diri menempuh jalan yang benar dalam beragama dengan senantiasa berhias dengan amalan yang sesuai sunnah. Namun seseorang hendaknya shalat di masjid kaumnya yang terdekat dengan rumahnya walaupun ada beberapa kemungkaran atau kebidโ€™ahan di dalamnya dan di sana ia senantiasa berusaha untuk menasehati dan memperbaiki. Sehingga selain tercapai maslahah-maslahah dengan shalat di masjid terdekat, sekaligus tercapai juga maslahah dakwah.ย Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts Wal Iftaย menyatakan:

ูุฅุฐุง ูƒุงู† ุงู„ุฅู…ุงู… ูŠุณุฏู„ ููŠ ุตู„ุงุชู‡ ูˆูŠุฏูŠู… ุงู„ู‚ู†ูˆุช ููŠ ุตู„ุงุฉ ุงู„ุตุจุญ ุนู„ู‰ ู…ุง ุฐูƒุฑ ููŠ ุงู„ุณุคุงู„ ู†ุตุญู‡ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ูˆุฃุฑุดุฏูˆู‡ ุฅู„ู‰ ุงู„ุนู…ู„ ุจุงู„ุณู†ุฉ ุŒ ูุฅู† ุงุณุชุฌุงุจ ูุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุŒ ูˆุฅู† ุฃุจู‰ ูˆุณู‡ู„ุช ุตู„ุงุฉ ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ ูˆุฑุงุก ุบูŠุฑู‡ ุตูู„ูู‘ูŠูŽ ุฎู„ู ุบูŠุฑู‡ ู…ุญุงูุธุฉู‹ ุนู„ู‰ ุงู„ุณู†ุฉ ุŒ ูˆุฅู† ู„ู… ูŠุณู‡ู„ ุฐู„ูƒ ุตูู„ูู‘ูŠูŽ ูˆุฑุงุกู‡ ุญุฑุตุงู‹ ุนู„ู‰ ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ ุŒ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉู ุตุญูŠุญุฉูŒ ุนู„ู‰ ูƒู„ ุญุงู„ .

โ€œJika imam melakukan sadl atau merutinkan membaca doa qunut ketika shalat shubuh, sebagaimana yang anda tanyakan, katakan kepadanya bahwa para ulama menasehatkan dirinya untuk beramal dengan yang sesuai sunnah. Jika ia setuju, alhamdulillah. Jika ia menolak, maka bila anda dapat dengan mudah mencari masjid lain, shalatlah di sana. Dalam rangka menjaga diri agar senantiasa mengamalkan yang sunnah. Jika sulit untuk mencari masjid lain, maka anda tetap shalat menjadi makmum imam tersebut, dalam rangka melaksanakan kewajiban shalat berjamaโ€™ahโ€ (Fatawa Lajnah Ad Daimah, 7/366)

Semoga bermanfaat.

Referensi:

  • Sifatu Shalatin Nabi, Syaikh Abdul Aziz Ath Tharifi
  • Fatawa Lajnah Ad Daimahย Lil Buhuts Wal Ifta

โ€”

Penulis: Yulian Purnama
Artikel Muslim.Or.Id

Rahasia Doa Yang Sering Dibaca Syeikh Abdurrazzaq Al Badr Dalam Setiap Ceramah

Oleh: Ustadz Abu Abdillah Ahmad Zain, Lc

12508_5696793730264845_2069593281_nSaudaraku seimanโ€ฆ

Bagi yang memperhatikan ceramah-ceramah yang disampaikan oleh Syeikh Prof. DR. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al โ€˜Abbad Al Badr hafizhahullah, senantiasa akan mendengar baik di awal atau di akhir ceramah, beliau menyebutkan doa-doa dari Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wasallam dan diantara doa yang beliau sebutkan adalah:

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ูู‰ ุฏููŠู†ูู‰ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ู‡ููˆูŽ ุนูุตู’ู…ูŽุฉู ุฃูŽู…ู’ุฑูู‰ ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ูู‰ ุฏูู†ู’ูŠูŽุงู‰ูŽ ุงู„ู‘ูŽุชูู‰ ูููŠู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽุงุดูู‰ ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ูู‰ ุขุฎูุฑูŽุชูู‰ ุงู„ู‘ูŽุชูู‰ ูููŠู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽุงุฏูู‰ ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉูŽ ุฒููŠูŽุงุฏูŽุฉู‹ ู„ูู‰ ููู‰ ูƒูู„ู‘ู ุฎูŽูŠู’ุฑู ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชูŽ ุฑูŽุงุญูŽุฉู‹ ู„ูู‰ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽุฑู‘ู
Lanjutkan membaca Rahasia Doa Yang Sering Dibaca Syeikh Abdurrazzaq Al Badr Dalam Setiap Ceramah โ†’

Limpahan nikmat bagi orang yang bersyukur

ูˆูŽุฅูุฐู’ ุชูŽุฃูŽุฐู‘ูŽู†ูŽ ุฑูŽุจู‘ููƒูู…ู’ ู„ูŽุฆูู†ู’ ุดูŽูƒูŽุฑู’ุชูู…ู’ ู„ุฃุฒููŠุฏูŽู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุฆูู†ู’ ูƒูŽููŽุฑู’ุชูู…ู’ ุฅูู†ู‘ูŽ ุนูŽุฐูŽุงุจููŠ ู„ูŽุดูŽุฏููŠุฏูŒ

ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ููˆุณูŽู‰ ุฅูู†ู’ ุชูŽูƒู’ููุฑููˆุง ุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูููŠ ุงู„ุฃุฑู’ุถู ุฌูŽู…ููŠุนู‹ุง ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽุบูŽู†ููŠู‘ูŒ ุญูŽู…ููŠุฏูŒ

( QS. Ibrahim : 7 ~ 8 )

297536_352288044848545_1657695198_n

7. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan[24], โ€œSesungguhnya jika kamu bersyukur[25], niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku)[26], maka pasti azab-Ku sangat berat[27].โ€

8. Dan Musa berkata, โ€œJika kamu dan orang yang ada di bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah)[28], maka sesungguhnya Allah Maha Kaya[29] lagi Maha Terpuji[30].โ€

Tafsir :

[24] Mendorong mereka untuk bersyukur.

[25] Terhadap nikmat-Ku dengan bertauhid dan taat. Syaikh As Saโ€™diy menerangkan tentang pengertian syukur, yaitu mengakui dengan hati nikmat Allah, memuji Allah terhadapnya, dan mengarahkan nikmat tersebut untuk mencari ridha Allah Taโ€™ala, sedangkan kufur adalah kebalikan dari itu.

[26] Dengan tetap kafir, syirk dan berbuat maksiat.

[27] Termasuk di antaranya adalah dengan mencabut nikmat yang diberikan-Nya.

[28] Maka kamu tidak dapat merugikan Allah sedikit pun juga.

[29] Allah tidak memerlukan syukur hamba-hamba-Nya, ketaatan yang mereka lakukan tidaklah menambah kerajaan-Nya, dan maksiat mereka pun tidak mengurangi kerajaan-Nya.

[30] Baik dzat-Nya, nama-Nya, sifat-Nya maupun perbuatan-Nya. Sifat yang dimiliki-Nya adalah sifat yang terpuji lagi sempurna. Semua nama-Nya indah, dan semua perbuatan-Nya baik.

– See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/03/tafsir-ibrahim.html#sthash.Du5YvWZ1.dpuf

Semoga bermanfa’at

King Suleiman, Film yang Merusak Citra Daulah Islam

Film-King-Suleiman-ANTV-640x411

Setelah diiklankan sekian lama, akhirnya ANTV mulai menayangkan Mega Serial King Suleiman, Senin 22 Desember 2014 pukul 21.30 WIB. Untuk menyedot perhatian pemirsa, edisi perdana itu tayang dua jam tanpa jeda iklan.

Siapa Sebenarnya King Suleiman?

Siapakah King Suleiman? Dalam sejarah Islam, dialah Sultan Sulaiman Al Qanuni. Khalifah kesepuluh dalam Khilafah Ustmaniyah setelah Utsman, Orkhan, Murad I, Bayazid I, Muhammad I, Murad II, Muhammad Al Fatih, Bayazid II, dan Salim I. Sulaiman digelari Al Qanuni karena ia berhasil menyusun sistem undang-undang Daulah Turki Utsmani berdasarkan syariat Islam dan mengimplementasikannya secara teratur. Di Barat, King Suleiman dikenal sebagai Suleiman the Magnifient (Sulaiman yang Hebat).

Syaikh Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi dalam buku ad Daulah al Utsmaaniyah menuliskan bahwa masa pemerintahan Sultan Sulaiman Al Qanuni merupakan puncak kekuasaan dan masa keemasan daulah Utsmaniyah. Pemerintahannya yang berlangsung pada 926 โ€“ 972 H (1520 โ€“ 1566 M) melahirkan perluasan wilayah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Wilayah kekuasaan Daulah Utsmaniyah saat itu meliputi tiga benua.

Dalam buku Sejarah Para Khalifah, Hepi Andi Bastomi menggambarkan Sultan Sulaiman Al Qanuni sebagai negarawan paling ulung pada masanya. Di bawah pemerintahannya, Daulah Utsmaniyah menyebarkan Islam hingga ke rantau Balkan di Eropa meliputi Hungary, Belgrade, Austria, Benua Afrika dan Teluk Parsi.

Pendidikan yang baik dan terpadu sejak usia 7 tahun membuat Sulaiman tumbuh dalam suasana keilmuan, menyukai sastra dan dekat dengan para ulama. Ia dikenal tenang dan mampu melahirkan keputusan-keputusan matang. Di awal pemerintahannya, ia sempat digoyang dengan empat pemberontakan; mulai dari pengkhianatan Gubernur Mesir hingga kaum Syiah di wilayah Yuzaghad. Namun, Sulaiman Al Qanuni berhasil mematahkan seluruh gangguan itu hingga kemudian Daulah Utsmani stabil dan mampu mengemban dakwah Islam tanpa direcoki permasalahan internal.

Versi Film King Suleiman

Sebelum ditayangkan, mega serial King Suleiman diiklankan dengan sangat gencar dalam waktu sekian lama. Selain di TV ada iklan-iklan pendek sekitar satu menit, ada pula iklan/trailer di Youtube berdurasi lebih dari tiga menit.

Dari trailer-trailer itu saja sudah bisa ditebak ke mana arah film King Suleiman. Ada wanita-wanita tanpa jilbab, berbaju ketat, menari hingga adegan bersentuhan dengan King Suleiman.

Pada episode perdana, Senin (22/12/2014) malam, kesan itu semakin menguat. Pada edisi perdana itu juga sudah ada adegan King Suleiman tidur tanpa baju. Serta kondisi para harem yang cantik dan seksi. Agaknya, film yang mempropagandakan kebobrokan moral Daulah Utsmaniyah ini diadopsi dari novel berjudul The Sultanโ€™s Harem karya Colin Falconer.

Di Turki, film tersebut juga menuai kontroversi. Banyak Muslim yang tidak setuju dengan film yang justru merusak citra Daulah Utsmaniyah dan sekaligus merusak citra Islam itu. [Ibnu K/bersamadakwah]

Repost by Ahmad Sujud

Sumber http://bersamadakwah.net/2014/12/king-suleiman-film-yang-merusak-citra-daulah-islam/