PILAR-PILAR STABILITAS KEAMANAN NEGARA

๐Ÿ•Œ RINGKASAN TABLIGH AKBAR โ€œPILAR-PILAR STABILITAS KEAMANAN NEGARAโ€16998916_754675854681899_9087498989323584499_n

๐ŸŽ™ Asy-Syaikh Prof. DR. Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al-โ€˜Abbad Al-Badr hafizhahumallah

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู…ู

โœ… Segala puji bagi Allah subhanahu wa taโ€™ala dan shalawat serta salam kepada Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam, keluarga dan sahabat beliau, serta untaian doa dan ucapan terima kasih kepada panitia dan pengurus masjid, seluruh hadirin, terutama yang datang dari jauh, jazaahumullaahu khayron.

Marilah kita hadirkan dalam diri kita sabda Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam,

ูˆูŽู…ูŽุง ุงุฌู’ุชูŽู…ูŽุนูŽ ู‚ูŽูˆู’ู…ูŒ ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชู ู…ูู†ู’ ุจููŠููˆุชู ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูŠูŽุชู’ู„ููˆู†ูŽ ูƒูุชูŽุงุจูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽูŠูŽุชูŽุฏูŽุงุฑูŽุณููˆู†ูŽู‡ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ุŒ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู†ูŽุฒูŽู„ูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู ุงู„ุณู‘ูŽูƒููŠู†ูŽุฉูุŒ ูˆูŽุบูŽุดููŠูŽุชู’ู‡ูู…ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุฉู ูˆูŽุญูŽูู‘ูŽุชู’ู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉูุŒ ูˆูŽุฐูŽูƒูŽุฑูŽู‡ูู…ู ุงู„ู„ู‡ู ูููŠู…ูŽู†ู’ ุนูู†ู’ุฏูŽู‡

“Dan tidaklah ada satu kaum yang berkumpul di rumah Allah; membaca kitab Allah dan saling mengajarkannya di antara mereka, kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, dicurahkan kepada mereka rahmat, malaikat meliputi mereka dan Allah menyebut mereka di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

๐Ÿ“‹ URGENSI KEAMANAN NEGARA

Betapa urgennya keamanan suatu negeri, karena tidaklah mungkin kehidupan akan nyaman tanpa keamanan, maka ini menekankan kepada kita bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama, karena urusan agama maupun dunia tidak akan berjalan dengan baik tanpa keamanan, maka wajib bagi kaum muslimin untuk saling membantu dalam menjaga keamanan dan menjauh dari berbagai fitnah dan kekacauan.

๐Ÿ“‹ MENJAGA KEAMANAN ADALAH KONSEKUENSI KEIMANAN

Keamanan tanggung jawab setiap diri, karena menjaga keamanan adalah konsekuensi keimanan, barangsiapa yang tidak menjaga keamanan atau menyebabkan kekacauan maka dia telah menghilangkan bagian keimanan dari dirinya.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

ุฃูŽู„ูŽุง ุฃูุฎู’ุจูุฑููƒูู…ู’ ุจูุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ู ุŸ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽู…ูู†ูŽู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู…ู’ุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ู…ูŽู†ู’ ุณูŽู„ูู…ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู…ูู†ู’ ู„ูุณูŽุงู†ูู‡ู ูˆูŽูŠูŽุฏูู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุฌูŽุงู‡ูุฏู ู…ูŽู†ู’ ุฌูŽุงู‡ูŽุฏูŽ ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ูููŠ ุทูŽุงุนูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู‡ูŽุงุฌูุฑู ู…ูŽู†ู’ ู‡ูŽุฌูŽุฑูŽ ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽุงูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ุฐู‘ูŽู†ููˆุจูŽ

Maukah kalian aku kabarkan siapakah seorang mukmin?
โ€ข Mukmin (orang yang beriman) adalah seorang yang manusia merasa aman kepadanya atas harta dan jiwa mereka,
โ€ข Muslim (orang yang beragama Islam) adalah seorang yang manusia selamat dari lisan dan tangannya,
โ€ข Mujahid (orang yang berjihad) adalah seorang yang memerangi nafsunya agar taat kepada Allah,
โ€ข Muhajir (orang yang berhijrah) adalah seorang yang berhijrah meninggalkan kesalahan dan dosa.
[HR. Ahmad dari Fudhalah bin Ubaid radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 549]

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda dalam haji wadaโ€™,

ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฏูู…ูŽุงุกูŽูƒูู…ู’ุŒ ูˆูŽุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูŽูƒูู…ู’ุŒ ูˆูŽุฃูŽุนู’ุฑูŽุงุถูŽูƒูู…ู’ุŒ ุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูู…ู’ ุญูŽุฑูŽุงู…ูŒุŒ ูƒูŽุญูุฑู’ู…ูŽุฉู ูŠูŽูˆู’ู…ููƒูู…ู’ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูููŠ ุดูŽู‡ู’ุฑููƒูู…ู’ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูููŠ ุจูŽู„ูŽุฏููƒูู…ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง

โ€œSesungguhnya darah-darah kalian, harta-harta kalian dan kehormatan-kehormatan kalian adalah haram (wajib dimuliakan) atas kalian, seperti mulianya hari kalian ini, di bulan kalian ini dan di negeri kalian ini.โ€ [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Bakrah radhiyallahuโ€™anhu]

Maka setiap muslim hendaklah mengingat bahwa dia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap kewajiban menjaga keamanan. Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda,

ูƒูู„ู‘ููƒูู…ู’ ุฑูŽุงุนูุŒ ูˆูŽูƒูู„ู‘ููƒูู…ู’ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŒ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุนููŠู‘ูŽุชูู‡ู

โ€œSetiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.โ€ [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahuโ€™anhuma]

๐Ÿ“‹ URGENSI BERDOA MEMOHON KEAMANAN KEPADA ALLAH โ€˜AZZA WA JALLA

Setiap waktu dan bulan berlalu kita mendambakan keamanan, maka hendaklah kita selalu berdoa kepada Allah untuk memohon keamanan, dan hendaklah kita selalu membaca doa yang sering dibaca Nabi shallallahuโ€™alaihi wa sallam setiap pagi dan petang, sebuah doa yang kita butuhkan dan untuk meneladani Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam, serta agar tidak terganggu dari segala sisi, apakah untuk diri kita, keluarga maupun masyarakat.

Dari Ibnu Umar radhiyallahuโ€™anhuma, Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam tidak pernah meninggal doa-doa ini setiap pagi dan petang,

ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงูููŠูŽุฉูŽ ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉูุŒ ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ุนูŽูู’ูˆูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุงูููŠูŽุฉูŽ ูููŠ ุฏููŠู†ููŠ ูˆูŽุฏูู†ู’ูŠูŽุงูŠูŽ ูˆูŽุฃูŽู‡ู’ู„ููŠ ูˆูŽู…ูŽุงู„ููŠุŒ ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุณู’ุชูุฑู’ ุนูŽูˆู’ุฑูŽุงุชููŠุŒ ูˆูŽุขู…ูู†ู’ ุฑูŽูˆู’ุนูŽุงุชููŠุŒ ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุญู’ููŽุธู’ู†ููŠ ู…ูู†ู’ ุจูŽูŠู’ู†ู ูŠูŽุฏูŽูŠู‘ูŽุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุฎูŽู„ู’ูููŠุŒ ูˆูŽุนูŽู†ู’ ูŠูŽู…ููŠู†ููŠุŒ ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุดูู…ูŽุงู„ููŠุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ููŽูˆู’ู‚ููŠุŒ ูˆูŽุฃูŽุนููˆุฐู ุจูุนูŽุธูŽู…ูŽุชููƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูุบู’ุชูŽุงู„ูŽ ู…ูู†ู’ ุชูŽุญู’ุชููŠ

Allaahumma innii as-alukal โ€˜aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal โ€˜afwa wal โ€˜aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur โ€˜awrootii wa aamin rowโ€™aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa โ€˜an yamiinii wa โ€˜an syimaalii wa min fawqii wa aโ€™udzu bi โ€˜azhomatika an ughtaala min tahtii.

โ€œYa Allah, sesungguhnya aku memohon keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pemaafan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku.โ€ [HR. Ahmad dan Ibnu Hibban dari Ibnu Umar radhiyallahuโ€™anhuma, At-Taโ€™liqootul Hisan: 957]

Juga doa yang dibaca oleh Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam setiap masuk awal bulan,

ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽู‡ูู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ูŠูู…ู’ู†ู ูˆูŽุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ูุŒ ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ุงู…ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ุงู…ูุŒ ุฑูŽุจู‘ููŠ ูˆูŽุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ุงู„ู„ู‡ู

Allaahumma ahillahu โ€˜alayna bil-yumni wal iman, was-salaamati wal Islaam. Rabbi wa Robbukallaah.

โ€œYa Allah anugerahkanlah kepada kami di bulan baru ini keberkahan dan keimanan, keselamatan dan keislaman. Rabbku dan Rabbmu adalah Allah.โ€ [HR. Ahmad dari Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahuโ€™anhu, Ash-Shahihah: 1816]

๐Ÿ“‹ HENDAKLAH BERUSAHA MENJAGA NIKMAT KEAMANAN

Setelah berdoa hendaklah kita berusaha menjaga sebab-sebab keamanan dan berhati-hati jangan merusak keamanan, Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam pernah berdoa agar tidak menjadi sebab orang lain terganggu,

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุถูู„ู‘ูŽุŒ ุฃูŽูˆู’ ุฃูุถูŽู„ู‘ูŽุŒ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุฒูู„ู‘ูŽุŒ ุฃูŽูˆู’ ุฃูุฒูŽู„ู‘ูŽุŒ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุธู’ู„ูู…ูŽุŒ ุฃูŽูˆู’ ุฃูุธู’ู„ูŽู…ูŽุŒ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุฌู’ู‡ูŽู„ูŽุŒ ุฃูŽูˆู’ ูŠูุฌู’ู‡ูŽู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ

Allaahumma aโ€™udzu bika an adhilla au udholla, au azilla au uzalla, au azhlima au uzhlama, au ajhala au yujhala โ€˜alayya.

โ€œYa Allah, aku berlindung kepada-Mu dari: aku tersesat atau aku menyesatkan, atau aku tergelincir atau aku digelincirkan, atau aku menzalimi atau aku dizalimi, atau aku berbuat bodoh atau dibodohi.โ€ [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Ummu Salamah radhyallahuโ€™anha, Al-Misykah: 2442]

๐Ÿ“‹ KEAMANAN ADALAH ANUGERAH DARI ALLAH

Keamanan adalah nikmat dan anugerah dari Allah taโ€™ala terhadap siapa yang Dia kehendaki. Allah taโ€™ala berfirman,

ุฃูŽูˆูŽู„ูŽู…ู’ ู†ูู…ูŽูƒู‘ูู†ู’ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุญูŽุฑูŽู…ู‹ุง ุขู…ูู†ู‹ุง ูŠูุฌู’ุจูŽู‰ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุซูŽู…ูŽุฑูŽุงุชู ูƒูู„ู‘ู ุดูŽูŠู’ุกู ุฑูุฒู’ู‚ู‹ุง ู…ูู†ู’ ู„ูŽุฏูู†ู‘ูŽุง ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู‘ูŽ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽู‡ูู…ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ

โ€œDan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.โ€ [Al-Qoshosh: 57]

ุฃูŽูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑูŽูˆู’ุง ุฃูŽู†ู‘ูŽุง ุฌูŽุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ุญูŽุฑูŽู…ู‹ุง ุขู…ูู†ู‹ุง ูˆูŽูŠูุชูŽุฎูŽุทู‘ูŽูู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู…ูู†ู’ ุญูŽูˆู’ู„ูู‡ูู…ู’ ุฃูŽููŽุจูุงู„ู’ุจูŽุงุทูู„ู ูŠูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ูˆูŽุจูู†ูุนู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽูƒู’ููุฑููˆู†ูŽ

โ€œApakah mereka tidak memperhatikan, bahwa Sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sedang manusia sekitarnya rampok-merampok. Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang bathil dan ingkar kepada nikmat Allah?โ€ [Al-โ€˜Ankabut: 67]

Maka hendaklah kita mengharap, bergantung dan memohon keamanan hanya kepada Allah โ€˜azza wa jalla.

๐Ÿ“‹ KEIMANAN ADALAH KUNCI UTAMA MERAIH NIKMAT KEAMANAN

Keamanan dan keimanan sangat berhubungan, apabila keimanan menguat maka nikmat keamanan akan semakin besar kita rasakan,

ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู„ู’ุจูุณููˆุง ุฅููŠู…ูŽุงู†ูŽู‡ูู…ู’ ุจูุธูู„ู’ู…ู ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ู†ู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู‡ู’ุชูŽุฏููˆู†ูŽ

โ€œOrang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan hidayah.โ€ [Al-Anโ€™am: 82]

Allah taโ€™ala juga berfirman,

ููŽู…ูŽู†ู’ ุขู…ูŽู†ูŽ ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูŽุญูŽ ููŽู„ูŽุง ุฎูŽูˆู’ููŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ู‡ูู…ู’ ูŠูŽุญู’ุฒูŽู†ููˆู†ูŽ

โ€œBarangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.โ€ [Al-Anโ€™am: 48]

Perhatikanlah juga firman Allah taโ€™ala,

ูˆูŽุนูŽุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุนูŽู…ูู„ููˆุง ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญูŽุงุชู ู„ูŽูŠูŽุณู’ุชูŽุฎู’ู„ูููŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ูƒูŽู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุฎู’ู„ูŽููŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูŠูู…ูŽูƒู‘ูู†ูŽู†ู‘ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฏููŠู†ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุงุฑู’ุชูŽุถูŽู‰ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูŠูุจูŽุฏู‘ูู„ูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏู ุฎูŽูˆู’ููู‡ูู…ู’ ุฃูŽู…ู’ู†ู‹ุง ูŠูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ูŽู†ููŠ ู„ูŽุง ูŠูุดู’ุฑููƒููˆู†ูŽ ุจููŠ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽููŽุฑูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ููŽุงุณูู‚ููˆู†ูŽ

โ€œDan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.โ€ [An-Nur: 55]

Maka hendaklah saling menolong dan menasihati untuk beriman kepada Allah dan beramal shalih agar menggapai nikmat keamanan, sebagaimana firman Allah taโ€™ala,

ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑู, ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŽ ู„ูŽูููŠ ุฎูุณู’ุฑู, ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽุนูŽู…ูู„ููˆุง ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญูŽุงุชู ูˆูŽุชูŽูˆูŽุงุตูŽูˆู’ุง ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ูˆูŽุชูŽูˆูŽุงุตูŽูˆู’ุง ุจูุงู„ุตู‘ูŽุจู’ุฑู

โ€œDemi massa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.โ€ [Al-โ€˜Ashr: 1-3]

๐Ÿ“‹ MENGAPA NIKMAT KEAMANAN NEGERI BISA HILANG?

Allah subhanahu wa taโ€™ala mengingatkan bahaya hilangnya keimanan dan ketakwaan, akan menghilangkan nikmat keamanan, sebagaimana firman-Nya,

ูˆูŽุถูŽุฑูŽุจูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุซูŽู„ู‹ุง ู‚ูŽุฑู’ูŠูŽุฉู‹ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุขู…ูู†ูŽุฉู‹ ู…ูุทู’ู…ูŽุฆูู†ู‘ูŽุฉู‹ ูŠูŽุฃู’ุชููŠู‡ูŽุง ุฑูุฒู’ู‚ูู‡ูŽุง ุฑูŽุบูŽุฏู‹ุง ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ู…ูŽูƒูŽุงู†ู ููŽูƒูŽููŽุฑูŽุชู’ ุจูุฃูŽู†ู’ุนูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽุฃูŽุฐูŽุงู‚ูŽู‡ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูุจูŽุงุณูŽ ุงู„ู’ุฌููˆุนู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽูˆู’ูู ุจูู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽุตู’ู†ูŽุนููˆู†ูŽ

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah menimpakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat.โ€ [An-Nahl: 112]

๐Ÿ“‹ APABILA DIUJI DENGAN TERJADINYA FITNAH โ€˜KEKACAUANโ€™

1. JANGAN IKUT MENGOBARKAN FITNAH

Sahabat yang Mulia Ali bin Abi Thalib radhiyallahuโ€™anhu berkata,

ู„ูŽุง ุชูŽูƒููˆู†ููˆุง ุนูุฌูู„ู‹ุง ู…ูŽุฐูŽุงูŠููŠุนูŽ ุจูุฐูุฑู‹ุงุŒ ููŽุฅูู†ู’ ู…ูู†ู’ ูˆูŽุฑูŽุงุฆููƒูู…ู’ ุจูŽู„ูŽุงุกู‹ ู…ูุจูŽุฑู‘ูุญู‹ุง ู…ูู…ู’ู„ูุญู‹ุงุŒ ูˆูŽุฃูู…ููˆุฑู‹ุง ู…ูุชูŽู…ูŽุงุญูู„ูŽุฉู‹ ุฑูุฏูุญู‹ุง

โ€œJanganlah kalian tergesa-gesa, yang suka menyiarkan kejelekan, yang menjadi sumber kekacauan, karena sesungguhnya akan datang ujian yang memberatkan lagi menyulitkan, dan munculnya perkara-perkara fitnah yang panjang lagi besar.โ€ [Riwayat Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrod: 327]

Maka beliau memperingatkan tiga perkara ketika muncul fitnah:

Pertama: Jangan tergesa-gesa.

Sahabat yang Mulia Ibnu Masโ€™ud radhiyallahuโ€™anhu juga berkata,

ุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุณูŽุชูŽูƒููˆู†ู ุฃูู…ููˆุฑูŒ ู…ูุดู’ุชูŽุจูู‡ูŽุงุชูŒุŒ ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุงู„ุชูุคูŽุฏูŽุฉูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูƒููˆู†ูŽ ุชูŽุงุจูุนู‹ุง ูููŠ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูุŒ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูƒููˆู†ูŽ ุฑูŽุฃู’ุณู‹ุง ูููŠ ุงู„ุดู‘ูŽุฑู‘ู

โ€œSesungguhnya akan muncul perkara-perkara yang samar, maka hendaklah kalian pelan-pelan jangan tergesa-gesa, karena sungguh engkau menjadi pengikut dalam kebaikan lebih baik daripada pemimpin dalam kejelekan.โ€ [Al-Ibanah Al-Kubro: 176]

Kedua: Jangan jadi tukang sebar berita, karena itu akan membesarkan fitnah.

Ketiga: Jangan menjadi sumber dan bibit kekacauan.

2. MERUJUK KEPADA ULAMA BESAR AHLUS SUNNAH WAL JAMAโ€™AH

Jangan terlibat dalam fitnah, baik dengan memberi masukan, pendapat atau tindakan, akan tetapi hendaklah merujuk kepada ulama dan serahkan urusan ini kepada para ulama. Allah taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฌูŽุงุกูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ู†ู ุฃูŽูˆู ุงู„ู’ุฎูŽูˆู’ูู ุฃูŽุฐูŽุงุนููˆุง ุจูู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุฑูŽุฏูู‘ูˆู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุฑูŽู‘ุณููˆู„ู ูˆูŽุฅูู„ูŽู‰ ุฃููˆู„ููŠ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ูู…ูŽู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุณู’ุชูŽู†ู’ุจูุทููˆู†ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ู„ูŽุง ููŽุถู’ู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุชูู‡ู ู„ูŽุงุชูŽู‘ุจูŽุนู’ุชูู…ู ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ู‚ูŽู„ููŠู„ู‹ุง

โ€œDan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Andaikan mereka menyerahkan urusannya kepada Rasul dan Ulil Amri (pemegang urusan dari kalangan umaro dan ulama) di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut setan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).โ€ [An-Nisaโ€™: 83]

[FAIDAH TAMBAHAN]

Al-โ€˜Allamah Al-Mufassir Abdur Rahman bin Nashir As-Saโ€™di rahimahullah berkata,

ู‡ุฐุง ุชุฃุฏูŠุจ ู…ู† ุงู„ู„ู‡ ู„ุนุจุงุฏู‡ ุนู† ูุนู„ู‡ู… ู‡ุฐุง ุบูŠุฑ ุงู„ู„ุงุฆู‚. ูˆุฃู†ู‡ ูŠู†ุจุบูŠ ู„ู‡ู… ุฅุฐุง ุฌุงุกู‡ู… ุฃู…ุฑ ู…ู† ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ุงู„ู…ู‡ู…ุฉ ูˆุงู„ู…ุตุงู„ุญ ุงู„ุนุงู…ุฉ ู…ุง ูŠุชุนู„ู‚ ุจุงู„ุฃู…ู† ูˆุณุฑูˆุฑ ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู†ุŒ ุฃูˆ ุจุงู„ุฎูˆู ุงู„ุฐูŠ ููŠู‡ ู…ุตูŠุจุฉ ุนู„ูŠู‡ู… ุฃู† ูŠุชุซุจุชูˆุง ูˆู„ุง ูŠุณุชุนุฌู„ูˆุง ุจุฅุดุงุนุฉ ุฐู„ูƒ ุงู„ุฎุจุฑุŒ ุจู„ ูŠุฑุฏูˆู†ู‡ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฑุณูˆู„ ูˆุฅู„ู‰ ุฃูˆู„ูŠ ุงู„ุฃู…ุฑ ู…ู†ู‡ู…ุŒ ุฃู‡ู„ู ุงู„ุฑุฃูŠ ูˆุงู„ุนู„ู… ูˆุงู„ู†ุตุญ ูˆุงู„ุนู‚ู„ ูˆุงู„ุฑุฒุงู†ุฉุŒ ุงู„ุฐูŠู† ูŠุนุฑููˆู† ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ูˆูŠุนุฑููˆู† ุงู„ู…ุตุงู„ุญ ูˆุถุฏู‡ุง. ูุฅู† ุฑุฃูˆุง ููŠ ุฅุฐุงุนุชู‡ ู…ุตู„ุญุฉ ูˆู†ุดุงุทุง ู„ู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ูˆุณุฑูˆุฑุง ู„ู‡ู… ูˆุชุญุฑุฒุง ู…ู† ุฃุนุฏุงุฆู‡ู… ูุนู„ูˆุง ุฐู„ูƒ. ูˆุฅู† ุฑุฃูˆุง ุฃู†ู‡ ู„ูŠุณ ููŠู‡ ู…ุตู„ุญุฉ ุฃูˆ ููŠู‡ ู…ุตู„ุญุฉ ูˆู„ูƒู† ู…ุถุฑุชู‡ ุชุฒูŠุฏ ุนู„ู‰ ู…ุตู„ุญุชู‡ุŒ ู„ู… ูŠุฐูŠุนูˆู‡ุŒ ูˆู„ู‡ุฐุง ู‚ุงู„: { ู„ูŽุนูŽู„ูู…ูŽู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุณู’ุชูŽู†ู’ุจูุทููˆู†ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ } ุฃูŠ: ูŠุณุชุฎุฑุฌูˆู†ู‡ ุจููƒุฑู‡ู… ูˆุขุฑุงุฆู‡ู… ุงู„ุณุฏูŠุฏุฉ ูˆุนู„ูˆู…ู‡ู… ุงู„ุฑุดูŠุฏุฉ.

โ€œIni adalah pengajaran adab dari Allah taโ€™ala bagi hamba-hamba-Nya atas perbuatan mereka (tergesa-gesa menyebarkan berita-berita dan mengambil sikap, pen) yang tidak layak. Padahal yang seharusnya mereka lakukan, apabila datang kepada mereka berita tentang urusan besar dan berhubungan dengan kemaslahatan umum, yaitu yang berkaitan dengan keamanan dan perkara yang menyenangkan kaum mukminin atau ketakutan yang di dalamnya terkandung musibah atas mereka, maka hendaklah mereka melakukan tatsabbut (memastikan beritanya) dan tidak tergesa-gesa menyiarkan berita tersebut.

Akan tetapi hendaklah mereka kembalikan urusan itu kepada Rasul dan Ulil amri (pemegang urusan dari kalangan umaro dan orang-orang berilmu) di antara mereka, yaitu orang-orang yang memiliki pandangan, memiliki ilmu, memiliki nasihat (yakni yang pantas menasihati dalam masalah umum, pen), memiliki akal dan memiliki ketenangan (tidak tergesa-gesa dalam memutuskan). Merekalah yang mengetahui kemaslahatan dan kemudaratan.

Maka jika mereka memandang dalam penyiaran berita tersebut terdapat kemaslahatan, kemajuan dan kegembiraan terhadap kaum muslimin dan penjagaan dari musuh-musuh mereka, baru kemudian boleh disebarkan. Namun jika mereka memandang dalam penyiarannya tidak mengandung maslahat sama sekali, atau terdapat maslahat akan tetapi kemudaratannya lebih besar, maka mereka tidak menyiarkan berita tersebut. Oleh karena itu Allah taโ€™ala mengatakan, โ€œTentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri),โ€ yakni, orang-orang yang mau mencari kebenaran dapat mengambilnya dari pemikiran dan pandangan mereka yang benar serta ilmu-ilmu mereka yang terbimbing.โ€

Beliau rahimahullah juga berkata,

ูˆููŠ ู‡ุฐุง ุฏู„ูŠู„ ู„ู‚ุงุนุฏุฉ ุฃุฏุจูŠุฉ ูˆู‡ูŠ ุฃู†ู‡ ุฅุฐุง ุญุตู„ ุจุญุซ ููŠ ุฃู…ุฑ ู…ู† ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ูŠู†ุจุบูŠ ุฃู† ูŠูˆู„ูŽู‘ู‰ ู…ูŽู†ู’ ู‡ูˆ ุฃู‡ู„ ู„ุฐู„ูƒ ูˆูŠุฌุนู„ ุฅู„ู‰ ุฃู‡ู„ู‡ุŒ ูˆู„ุง ูŠุชู‚ุฏู… ุจูŠู† ุฃูŠุฏูŠู‡ู…ุŒ ูุฅู†ู‡ ุฃู‚ุฑุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ุตูˆุงุจ ูˆุฃุญุฑู‰ ู„ู„ุณู„ุงู…ุฉ ู…ู† ุงู„ุฎุทุฃ. ูˆููŠู‡ ุงู„ู†ู‡ูŠ ุนู† ุงู„ุนุฌู„ุฉ ูˆุงู„ุชุณุฑุน ู„ู†ุดุฑ ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ู…ู† ุญูŠู† ุณู…ุงุนู‡ุงุŒ ูˆุงู„ุฃู…ุฑ ุจุงู„ุชุฃู…ู„ ู‚ุจู„ ุงู„ูƒู„ุงู… ูˆุงู„ู†ุธุฑ ููŠู‡ุŒ ู‡ู„ ู‡ูˆ ู…ุตู„ุญุฉุŒ ููŠูู‚ู’ุฏูู… ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุฅู†ุณุงู†ุŸ ุฃู… ู„ุงููŠุญุฌู… ุนู†ู‡ุŸ

Dan dalam ayat ini terdapat dalil bagi kaidah adab, yaitu apabila terjadi pembahasan suatu permasalahan maka hendaklah diserahkan kepada ahlinya. Hendaklah diserahkan kepada orang yang berhak membahasnya, dan janganlah (orang yang jahil atau tidak mengerti urusan, pen) mendahului mereka, karena sikap seperti ini lebih dekat kepada kebenaran dan lebih dapat menyelamatkan dari kesalahan.

Dalam ayat ini juga terdapat larangan tergesa-gesa dan terburu-buru untuk menyebarkan suatu berita setelah mendengarkan berita tersebut. Dan (dalam ayat ini) terdapat perintah untuk meneliti dan mempelajari dengan baik sebelum berbicara; apakah pembicaraannya itu adalah kemaslahatan sehingga boleh dia lakukan? Ataukah mengandung kemudaratan sehingga patut dijauhi?โ€

[Taysirul Kariimir Rahman fi Tafsiri Kalaamil Mannan, hal, 184, Maktabah Al-Maโ€™arif Riyadh]

3. MENINGKATKAN IBADAH

Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda,

ุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉู ูููŠ ุงู„ู’ู‡ูŽุฑู’ุฌู ูƒูŽู‡ูุฌู’ุฑูŽุฉู ุฅูู„ูŽูŠู‘ูŽ

โ€œBeribadah di masa fitnah seperti berhijrah kepadaku.โ€ [HR. Muslim dari Maโ€™qil bin Yasar radhiyallahuโ€™anhu]

Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam juga bersabda,

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุงุฐูŽุง ุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ููุชู’ู†ูŽุฉูุŒ ู…ูŽุงุฐูŽุง ุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฎูŽุฒูŽุงุฆูู†ูุŒ ู…ูŽู†ู’ ูŠููˆู‚ูุธู ุตูŽูˆูŽุงุญูุจูŽ ุงู„ุญูุฌูุฑูŽุงุชูุŸ ูŠูŽุง ุฑูุจู‘ูŽ ูƒูŽุงุณููŠูŽุฉู ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุนูŽุงุฑููŠูŽุฉู ูููŠ ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู

โ€œSubhaanallah, fitnah apakah yang turun semalam, perbendaharaan apakah yang telah turun, siapakah yang mau membangunkan istri-istriku untuk beribadah? Bisa jadi orang yang berpakaian di dunia, telanjang di akhirat.โ€ [HR. Al-Bukhari dari Ummu Salamah radhiyallahuโ€™anha]

4. BANYAK BERDOA TERUTAMA DI SEPERTIGA MALAM YANG TERAKHIR

Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda,

ูŠูŽู†ู’ุฒูู„ู ุฑูŽุจูู‘ู†ูŽุง ุชูŽุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ูˆูŽุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูƒูู„ูŽู‘ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงุกู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ุญููŠู†ูŽ ูŠูŽุจู’ู‚ูŽู‰ ุซูู„ูุซู ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู ุงู„ุขุฎูุฑู ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุฏู’ุนููˆู†ูู‰ ููŽุฃูŽุณู’ุชูŽุฌููŠุจูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ูู†ูู‰ ููŽุฃูุนู’ุทููŠูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑูู†ูู‰ ููŽุฃูŽุบู’ููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู

โ€œRabb kita tabaaraka wa taโ€™ala turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir seraya berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku jawab doโ€™anya, siapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku kabulkan permintaannya, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku maka akan Aku ampuni dia.โ€ [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahuโ€™anhu]

โœ’ (Insya Allah bersambung di sini…)

โœ Ringkasan Tabligh Akbar PILAR-PILAR STABILITAS KEAMANAN NEGARA di Masjid Istiqlal, Jakarta Indonesia, 29 Jumadil Awwal 1438 / 26 Feb 2017.

๐Ÿ’ป Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/754675854681899:0

โœ Ringkasan Tabligh Akbar Sebelumnya: “Mencintai Wali-wali Allah” di Masjid Istiqlal, Jakarta Indonesia, 25 Jumadal Akhirah 1437 / 3 April 2016.

๐Ÿ’ป Link: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/592089984273821:0

โœ Peringkas: Sofyan Chalid bin Idham Ruray -ghafarallaahu lahu wa ‘afaa ‘anhu (semoga Allah mengampuni dan memaafkannya)-.

โ•โ•โ•โ•โ•โ• โโœฟโ โ•โ•โ•โ•โ•โ•

โžก Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Taโ€™awun Dakwah dan Bimbingan Islam โคต

๐Ÿ“ฎ Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
๐Ÿ“ฒ Gabung Group WA: 08111377787
๐ŸŒ Fb: www.fb.com/taawundakwah
๐ŸŒ Web: www.taawundakwah.com
๐Ÿ“ฑ Android: http://bit.ly/1FDlcQo
๐ŸŽฌ Youtube: Taโ€™awun Dakwah
๐Ÿ“’ Hastag: #Petuah_Ulama

Sumber : https://www.facebook.com/sofyanruray.info/photos/a.675509019265250.1073741855.286395654843257/754675854681899/?type=3

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s